Berita

Kompolnas Beri Tiga Rekomendasi Penguatan Polri kepada Presiden Prabowo Subianto

Advertisement

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melaporkan capaian kinerjanya sepanjang tahun 2025, salah satunya adalah pemberian rekomendasi kepada Presiden Prabowo Subianto. Sekretaris Kompolnas, Arief Wicaksono, menjelaskan bahwa fungsi Kompolnas adalah memberikan masukan dan arah kebijakan kepada Presiden untuk mendukung terwujudnya penyelenggaraan kepolisian yang profesional dan mandiri.

Fungsi Kompolnas dalam Arah Kebijakan Kepolisian

Menurut Arief, pemberian arah kebijakan tersebut dilaksanakan melalui pengkajian mendalam terhadap dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat, evaluasi kinerja Polri, serta hasil pengawasan terhadap berbagai isu strategis yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan Arief saat jumpa pers di Kantor Kompolnas, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (5/1/2026).

Tiga Poin Rekomendasi untuk Penguatan Polri

Rekomendasi yang telah diberikan oleh Kompolnas kepada Presiden Prabowo Subianto mencakup tiga poin utama yang bertujuan untuk memperkuat institusi Polri:

  1. Penguatan Kepolisian Berbasis Profesionalisme, Kesetaraan Gender, dan Perlindungan Perempuan & Anak.
  2. Penguatan Perlindungan Kelompok Rentan dan Kesehatan Mental Personel Polri.
  3. Penguatan Paradigma Pelayanan Polri dalam Menjaga Demokrasi.

Kontribusi Kompolnas terhadap Prioritas Nasional

Arief menambahkan, Kompolnas secara konsisten berkontribusi terhadap pencapaian prioritas nasional dalam mengawal arah kebijakan dan strategi nasional. Fokus utamanya adalah pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta peningkatan profesionalisme pelayanan kepolisian.

Advertisement

“Sepanjang tahun 2025, Kompolnas melaksanakan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap kinerja Polri serta mengidentifikasi sejumlah isu strategis yang menjadi dasar penyusunan rekomendasi kebijakan,” tutur Arief.

Ia juga mengungkapkan bahwa rekomendasi tersebut sejalan dengan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025 yang bertema ‘Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan’ serta Asta Cita Presiden yang menekankan penguatan demokrasi, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat.

Advertisement