Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melaporkan bahwa situasi di Venezuela telah berangsur stabil dan normal pasca penangkapan Presiden Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat. Plt PWNI Kemlu, Heni Hamidah, menyatakan bahwa berdasarkan laporan dari Dubes RI di Caracas, Fikry Cassidy, aktivitas masyarakat di Venezuela mulai kembali seperti biasa.
Kondisi Venezuela Berangsur Normal
“Situasi sudah stabil, jadi toko-toko sudah buka, lalu lalang kendaraan juga sudah mulai normal. Kalau ada pemeriksaan-pemeriksaan sudah seperti kalau di kita lah pemeriksaan SIM dan lain-lainnya, tapi bukan chek point yang memang ini. Memang ada demo-demo tapi masih terkendali,” ujar Heni saat dihubungi, Kamis (8/1/2025).
Heni menambahkan, sebanyak 37 Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Venezuela dilaporkan dalam kondisi aman. “Kondisi saat ini sudah stabil dan berangsur normal dan 37 WNI dalam keadaan aman. Tadinya jalanan sepi, sekarang sudah banyak mobil berlalu-lalang,” tuturnya.
Menanggapi potensi memburuknya situasi, Kemlu RI melalui KBRI Caracas telah menyiapkan rencana kontinjensi. “Rencana kontijensi itu pasti kita buat, jadi kalau nanti memburuk, baru evakuasi,” jelas Heni.
Kelangkaan Bahan Bakar Akibat Penutupan SPBU
Mengenai kelangkaan bahan bakar yang sempat terjadi, Heni mengklarifikasi bahwa hal tersebut bukan disebabkan oleh ketiadaan stok, melainkan penutupan tempat pengisian bahan bakar. “Kalau menurut Pak Dubes, sudah berangsur stabil, udah normal. Kalau kemarin hari Sabtu ada kelangkaan bahan bakar, kelangkaan bahan bakar pun bukan karena nggak ada bahan bakar, tapi karena tutup,” imbuhnya.
Penangkapan Maduro dan Respons Internasional
Penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada Sabtu (3/1) dini hari merupakan puncak dari tekanan berbulan-bulan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Operasi militer AS ini diikuti dengan kecaman dari sejumlah pemimpin internasional.
Sebelumnya, juru bicara Kemlu RI, Vahd Nabyl, menyatakan bahwa KBRI Caracas terus memantau dan berkomunikasi dengan WNI di Venezuela. “Mengenai upaya mengamankan WNI di Venezuela, KBRI Caracas terus memonitor kondisi dan berkomunikasi dengan para WNI di sana, dan juga telah membuat contingency plan (rencana darurat),” kata Vahd kepada wartawan, Selasa (6/1).






