Pameran Krista InterFOOD 2026 dijadwalkan berlangsung pada 4–7 November 2026 di NICE PIK 2, Tangerang, Banten. Penyelenggara menyatakan event tahun ini menempati venue baru yang dinilai lebih modern dan berkapasitas lebih besar untuk menyajikan pengalaman pameran bertaraf internasional.
Selain menampilkan produk makanan dan minuman dari berbagai negara, pameran akan diramaikan rangkaian demo dan kompetisi memasak yang menjadi salah satu daya tarik utama.
Program Utama
Krista Exhibitions menegaskan salah satu program unggulan adalah La Cuisine Cooking Competition 2026 yang digelar bekerja sama dengan ACP Indonesia. “Kompetisi diproyeksikan diikuti hampir 1.000 chef dari dalam dan luar negeri,” kata Chief Executive Officer Krista Exhibitions, Daud D. Salim.
Selain kompetisi memasak, agenda acara juga mencakup Indonesia Coffee Art Battle (ICAB) dan Roasting Competition bekerja sama dengan Dewan Kopi Indonesia. Penyelenggara menyebutkan akan ada pula program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi pelaku industri.
Sejarah dan Posisi InterFOOD
Menurut Daud, selama 27 tahun KRISTA InterFOOD tumbuh seiring perkembangan industri makanan dan minuman nasional. Ia menyebut pameran ini sebagai platform F&B buatan anak bangsa yang dipercaya pelaku industri lebih dari dua dekade.
Perjalanan Krista di industri pameran dimulai pada 1995 dengan fokus pada percetakan, kertas, dan kemasan. Pada 2000, fokus diperluas ke industri makanan, minuman, teknologi pangan, dan kemasan melalui penyelenggaraan Food n Pack. Tiga tahun berikutnya platform tersebut resmi menggunakan nama InterFOOD.
“InterFOOD bukan warisan yang kami terima dari siapa pun. Ini adalah platform yang kami bangun dari ide, keyakinan, dan kerja keras selama 27 tahun. Sejak awal, tujuan kami sederhana: menghadirkan panggung yang mumpuni bagi industri makanan dan minuman Indonesia agar dapat tumbuh, berinovasi, dan terhubung dengan dunia,” ujar Daud.
Kolaborasi dan Dukungan
Daud menyebut dukungan datang dari sejumlah pihak, termasuk Kementerian Pariwisata, GAPMMI, ACP Indonesia, PHRI, dan APRINDO. Menurutnya, pameran diharapkan terus memperkuat kolaborasi, memperluas akses pasar, dan membuka peluang bisnis bagi pelaku industri di tingkat nasional maupun global.
Chief Marketing Officer dan Founder Krista Exhibitions, Christina Sudjie, menambahkan bahwa peluncuran identitas KRISTAInterFOOD bukan hanya soal nama, melainkan penegasan atas kepercayaan yang telah dibangun bersama komunitas industri selama bertahun-tahun.
“Kekuatan sebuah platform tidak ditentukan oleh nama semata, melainkan oleh kepercayaan yang dibangun bersama komunitasnya. KRISTAInterFOOD adalah refleksi dari komitmen kami untuk terus tumbuh bersama industri,”
Manfaat untuk Pariwisata Gastronomi
Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata, Rizki Handayani Mustafa, menyatakan pameran makanan ini diharapkan mendorong ekosistem pariwisata Indonesia, khususnya di bidang gastronomi.
“Kami melihat pameran ini bukan sekadar exhibition atau MICE event, tapi berkembang menjadi platform yang memperkuat ekosistem pariwisata Indonesia, khususnya wisata gastronomi,” kata Rizki. Ia menambahkan bahwa kekayaan kuliner yang berakar dari keberagaman budaya di Indonesia menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata bertaraf internasional.
Ikuti Ihram.co.id
