Lenovo Group mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi senilai US$ 2 miliar untuk memperkuat struktur modal perusahaan. Instrumen ini menjadi langkah besar Lenovo kembali memasuki pasar utang setelah empat tahun absen.
Dokumen yang diajukan ke otoritas Bursa Efek Hong Kong menyebutkan obligasi berdurasi tujuh tahun tersebut tidak memberikan bunga reguler. Pemegang obligasi nantinya dapat memilih menukarkan surat utang menjadi saham Lenovo pada harga konversi HK$ 36,70 per lembar.
Rincian Harga Konversi dan Premium
Harga konversi ditetapkan sebesar HK$ 36,70, yang menurut dokumen tersebut merepresentasikan premium 47,5% dibandingkan harga penutupan saham sehari sebelumnya. Ketentuan itu menjadi acuan bagi investor yang mempertimbangkan opsi konversi menjadi ekuitas di masa depan.
Tujuan Penggunaan Dana
Lenovo menyatakan dana hasil penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk tiga tujuan utama:
- Refinancing utang, termasuk pembelian kembali sebagian obligasi konversi lama senilai US$ 225 juta.
- Pembelian kembali saham di pasar terbuka untuk mengurangi efek dilusi bagi pemegang saham eksisting jika obligasi dikonversi.
- Keperluan korporasi umum untuk mendukung operasional dan ekspansi bisnis.
Strategi Korporasi di Tengah Perbaikan Pasar
Penerbitan obligasi ini menjadi aksi korporasi Lenovo yang besar di pasar obligasi sejak Agustus 2022. Perusahaan menyatakan langkah tersebut sejalan dengan kondisi pasar yang mulai lebih kondusif bagi penerbit besar.
Langkah Lenovo juga berada dalam konteks tren perusahaan teknologi global yang kembali mencari pendanaan publik setelah situasi geopolitik dan pasar yang sempat menimbulkan volatilitas mereda.
Bagi Lenovo, penerbitan obligasi konversi bukan hanya soal pembiayaan. Perusahaan menilai instrumen ini dapat membantu menjaga kepercayaan pemegang saham dan memastikan kesehatan arus kas saat menghadapi persaingan ketat di industri perangkat keras, termasuk era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
Ikuti Ihram.co.id
