Perdana Menteri China Li Qiang menegaskan komitmen pemerintah untuk memperluas akses pasar bagi perusahaan penanaman modal asing (PMA). Pernyataan itu disampaikan saat pembukaan 17th Annual Meeting of the New Champions atau Summer Davos di Dalian, China.
Li menegaskan pintu China akan tetap terbuka meski situasi geopolitik dan kondisi ekonomi internasional bergejolak. Ia menyebut negara akan memberikan perlakuan nasional yang setara bagi pelaku usaha asing.
Janji Perlakuan Nasional dan Lingkungan Bisnis
“Terlepas dari perubahan situasi internasional, pintu China justru akan terbuka lebih lebar,” ujar Li Qiang di hadapan delegasi global pada Kamis (25/6/2026). Ia menambahkan pemerintah akan menerapkan sepenuhnya national treatment bagi perusahaan asing dan berupaya menciptakan lingkungan bisnis kelas satu.
Dalam pidatonya, Li merangkum kondisi perekonomian China dengan empat kata: stabilitas, inovasi, kekuatan, dan keterbukaan.
Kebijakan Perdagangan dan Integrasi Ekonomi
Li menyatakan China telah menerapkan tarif nol persen untuk komoditas dari 63 negara berkembang. Menurutnya, kebijakan ini membantu mempertahankan posisi China sebagai importir terbesar kedua di dunia selama 17 tahun berturut-turut.
Ia menegaskan integrasi ekonomi antara China dan dunia merupakan strategi jangka panjang yang sejalan dengan filosofi pembangunan negara, bukan kebijakan sementara.
Konstelasi Perdagangan Global
Pernyataan Li Qiang muncul di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan antara China dengan beberapa mitra dagang Barat, termasuk soal penerapan tarif tinggi terhadap produk teknologi hijau asal China seperti kendaraan listrik, baterai, dan panel surya.
Selain isu eksternal, China juga tengah berusaha memulihkan pertumbuhan ekonomi domestik pascapandemi yang sempat tertekan akibat krisis sektor properti dan pelemahan konsumsi. Forum Summer Davos dimanfaatkan untuk meyakinkan investor global bahwa China tetap menjadi tujuan investasi yang aman dan menguntungkan bagi modal asing.
Ikuti Ihram.co.id
