Penyelenggara MDRT Day by MCC Indonesia pada 2026 mengangkat tema “The Unshakable” untuk menegaskan pentingnya ketangguhan agen asuransi di tengah tekanan ekonomi global, fluktuasi nilai tukar, dan ketidakpastian pasar.

Acara ini diposisikan sebagai wadah penguatan kompetensi, strategi penjualan, dan profesionalisme agen untuk memperkuat peran mereka dalam memberikan perlindungan finansial bagi masyarakat yang terpengaruh oleh inflasi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

Committee Chair MDRT Day 2026, Lisa, menjelaskan bahwa filosofi The Unshakable tidak berarti kebal terhadap rasa takut atau kegagalan. “The Unshakable bukan berarti tidak pernah goyah, tetapi tetap berdiri tegak saat semuanya berguncang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (19/6/2026).

Lisa mengibaratkan agen asuransi seperti pelaut yang melanjutkan perjalanan meski diterpa badai ketidakpastian, menekankan ketahanan mental dan profesional sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika pasar.

Acara MDRT Day 2026 dijadwalkan berlangsung pada 15 Juli 2026 di The Kasablanka Hall, Jakarta. Penyelenggara menyebut kegiatan ini sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kapasitas agen sebagai penasihat keuangan yang mampu bersaing di tingkat global.

Mentari Winarni, MDRT Indonesia Country Chair 2025–2026, menegaskan perlunya peningkatan kemampuan agen. “Agen asuransi harus terus meningkatkan kapasitas sebagai penasihat keuangan yang kompetitif secara global,” kata Mentari.

Pembicara Internasional

Sejumlah pembicara dari luar negeri dijadwalkan hadir untuk berbagi strategi dan pengalaman industri. Nama-nama yang diumumkan antara lain John F. Nichols (Presiden MDRT 2026), Lim Yee Von (Malaysia), Rachael Wong (Hong Kong), dan Ken Kish (Singapura).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Emira E. Oepangat, mengingatkan pentingnya etika dan profesionalisme tenaga pemasar. Ia menekankan peran standar etika untuk menjaga kepercayaan publik serta mencegah praktik seperti mis-selling, twisting, dan poaching.

Data Kinerja Industri

Penyelenggara juga menyampaikan data kinerja awal industri. Pada kuartal I 2026, pendapatan premi asuransi jiwa tercatat sebesar Rp 14,29 triliun, sementara total pendapatan industri mencapai Rp 47,27 triliun.

Jumlah tertanggung dilaporkan meningkat menjadi 118,28 juta orang, angka yang menjadi salah satu indikator pertumbuhan dan jangkauan perlindungan dalam sektor asuransi jiwa.