PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mendapat respons positif dari investor internasional menjelang pencatatan sekunder di Bursa Efek Hong Kong (HKEX). Perusahaan berhasil mengamankan komitmen dari sejumlah investor utama yang menyerap hampir separuh porsi penawaran dasar.

Dalam rencana secondary listing tersebut, EMAS akan menawarkan sekitar 7% dari modal ditempatkan dan disetor setelah opsi greenshoe, dengan harga maksimum penawaran HK$26,60 per saham. Seluruh saham yang ditawarkan merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas; pemegang saham pengendali, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), tidak melepas kepemilikan strategisnya.

Jadwal Penawaran dan Pencatatan

Proses bookbuilding untuk investor institusi internasional dijadwalkan berjalan pada 17–23 Juni 2026, sementara perdagangan saham EMAS di HKEX ditargetkan mulai 26 Juni 2026.

Komitmen Cornerstone Investors

Presiden Direktur Boyke Poerbaya Abidin menyatakan perusahaan telah memperoleh komitmen dari sejumlah cornerstone investors, yang telah menyerap sekitar 49,9% dari saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar—batas maksimum sesuai ketentuan pencatatan di HKEX.

Daftar investor strategis yang ikut berpartisipasi mencakup Wanguo Gold Group Limited, CNGR (Hong Kong Material Science & Technology) Co. Limited, Mercuria Holdings (Singapore) Pte. Ltd., Trafigura Pte. Ltd., Glencore International AG, dan Intera Mining Investment Limited (anak usaha JCHX Mining Management Co Ltd).

Dari sisi institusi keuangan, partisipasi datang dari Ping An of China Asset Management (Hong Kong) Company Limited, GF Fund Management, Eurus Holdings SPC milik ORIX, Dymon Asia Multi-Strategy Investment Master Fund, serta Wind Sabre Fund SPC.

Peran Bank Penjamin

UBS dan CITIC Securities ditunjuk sebagai sponsor utama transaksi. Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie berperan sebagai Joint Overall Coordinators, Joint Global Coordinators, dan Joint Bookrunners. Sejumlah institusi keuangan lain, termasuk DBS, Mizuho, OCBC, UOB Kay Hian, Société Générale, Natixis, dan Crédit Agricole, juga terlibat sebagai Joint Bookrunners dan Lead Managers.

Prospek Tambang Emas Pani

Minat investor terhadap EMAS berkaitan dengan prospek Tambang Emas Pani, yang kini memasuki fase pertumbuhan produksi. Setelah pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 2025, EMAS melaporkan first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026.

Hingga akhir 2025, Tambang Emas Pani tercatat memiliki sumber daya mineral sekitar 7 juta ons emas dan cadangan bijih 5,2 juta ons emas. Area basis sumber daya saat ini mencakup sekitar 135 hektare dari total wilayah konsesi seluas 14.670 hektare.

Perusahaan menargetkan peningkatan kapasitas pengolahan menjadi 22 juta ton per tahun pada 2028, yang diperkirakan mendukung produksi puncak hingga sekitar 545.000 ons per tahun. EMAS juga melaporkan perkiraan life-of-mine all-in sustaining cost (AISC) sebelum royalti pemerintah sekitar US$794 per ons.

Penilaian Analis

Alrich Paskalis Tambolang, Equity Research Analyst di Phintraco Sekuritas, menyatakan pencatatan di Hong Kong berpotensi mengubah persepsi pasar terhadap kualitas aset dan skala EMAS, serta membuka akses investor global yang selama ini familiar dengan perusahaan tambang yang tercatat di bursa internasional.

Menurut Alrich, cerita EMAS menarik karena eksposur terhadap tren bullish harga emas dan potensi menjadi salah satu tambang terbesar di kawasan. Namun ia menekankan bahwa keberhasilan eksekusi proyek akan menentukan pergerakan harga saham jangka panjang, dan secara teknikal saat ini masih berada dalam kondisi bearish dengan support di Rp6.000 dan resistance di Rp8.000.

Adrian Djie, analis dari Kiwoom Sekuritas Indonesia, menilai dual listing EMAS di Hong Kong dapat meningkatkan visibilitas, kredibilitas, dan akses pendanaan global. Ia melihat pencatatan tersebut berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham dan memberikan fleksibilitas pendanaan untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang, serta merekomendasikan trading buy dengan target jangka pendek di level Rp7.450.