PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) menetapkan target pertumbuhan agresif untuk 2026 dengan strategi utama memperluas jaringan distribusi, menambah portofolio produk, serta mengembangkan pabrik popok bayi dalam negeri.

Manajemen memaparkan rencana tersebut dalam Public Expose yang juga memuat laporan kinerja kuartal I-2026. MMIX mencatatkan pendapatan Rp50,1 miliar dan laba bersih Rp1,5 miliar pada periode tersebut.

Pendapatan kuartal I-2026 naik 2,6% dari Rp48,8 miliar pada kuartal I-2025, sementara laba bersih tumbuh 20,6% dibanding periode yang sama tahun lalu. Untuk tahun berjalan, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sekitar 25%–30%.

Rencana pertumbuhan akan didukung oleh penguatan distribusi, peningkatan kapasitas produksi, peluncuran produk baru, dan optimalisasi kerja sama strategis.

Perluasan Jaringan Distribusi

Saat ini MMIX mendistribusikan produk ke 17 jaringan modern trade dan memiliki lebih dari 75 distribution center. Jaringan distribusi perseroan menjangkau lebih dari 50.000 titik penjualan di seluruh Indonesia melalui kanal modern trade, general trade, farmasi, hotel, restoran dan kafe, B2B, serta e-commerce.

Untuk memperluas pasar, MMIX menjajaki kerja sama strategis dengan PT Sariayu Indonesia. Kolaborasi ini ditujukan membuka akses ke sekitar 300.000 toko baru, mencakup pasar tradisional, toko kosmetik khusus, dan jaringan toko health and beauty.

— “Dengan menambah kerja sama strategis bersama Sariayu Indonesia, kami berharap bisa menambah sekitar 300.000 toko baru. Namun, target kami tetap konservatif, yakni tumbuh 25–30 persen sampai akhir tahun,” ujar Founder & CEO MMIX, Mengky Mangarek.

Alokasi Capex dan Fokus Produk

Perseroan membuka peluang meningkatkan alokasi belanja modal hingga sekitar 20%. Manajemen menegaskan langkah ekspansi akan dilaksanakan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global, harga bahan baku, dan daya beli masyarakat.

Beberapa produk yang telah memiliki captive buyer, seperti popok bayi dan tisu basah, menjadi fokus investasi. Dana akan diarahkan untuk pembelian mesin dan penambahan modal kerja guna mendukung ekspansi.

Pengembangan Pabrik Popok Bayi

MMIX sedang mengembangkan pabrik popok bayi yang terletak di Legok KM 5, dibangun melalui anak usaha sejak tahun lalu. Saat ini perseroan memiliki kontribusi investasi 15% pada fasilitas tersebut, sementara 85% berasal dari investor asing.

Total rencana investasi pabrik diperkirakan mencapai sekitar US$4 juta, dengan realisasi investasi sampai sekarang sekitar US$600.000 atau 15%.

Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 900 popok per menit, setara 1,8 miliar popok per tahun. Perseroan membuka peluang menambah lini produksi bertahap hingga 10 lini sehingga kapasitas dapat meningkat menjadi sekitar 18 miliar popok per tahun.

“Bagi kami, kapasitas 1,8 miliar popok belum besar dibandingkan kebutuhan pasar Indonesia. Karena itu, kami optimistis untuk menambah lini produksi secara bertahap,” ujar Mengky.

Pengembangan pabrik diharapkan menambah kontribusi pendapatan holding sekitar Rp10 miliar–Rp20 miliar per bulan. Selain menambah pendapatan, lokalisasi produksi diharapkan menjaga kualitas produk, memperkuat rantai pasok, mengurangi ketergantungan impor, dan menekan risiko fluktuasi nilai tukar.

MMIX menargetkan porsi impor turun bertahap setelah pabrik beroperasi: menjadi 80% pada tahun pertama, 60% pada tahun kedua, dan di bawah 30% pada tahun ketiga.

“Dengan melakukan lokalisasi produksi di Indonesia, kami menjaga risiko foreign exchange dan mengurangi beban devisa yang keluar,” kata Mengky.

Produk Baru dan Strategi Penyesuaian Kemasan

Pada semester II-2026, MMIX berencana meluncurkan beberapa produk baru seperti mini wet wipes, travel tissue, adult diapers, tisu pulp bermerek Tox, serta air alkali Super pH 8 Plus.

Menanggapi perubahan pola belanja konsumen dan tekanan ekonomi, perusahaan menerapkan strategi repackaging dengan menghadirkan ukuran kemasan lebih kecil dan harga lebih terjangkau. Langkah ini berlaku untuk popok bayi, tisu, tisu basah, dan air minum.

Contohnya, produk air minum yang sebelumnya 600 mililiter akan dikembangkan dalam ukuran 280 mililiter untuk sekali konsumsi.

Target Pendapatan dan Fokus Kategori

MMIX memasang target pendapatan tahun ini di kisaran Rp350 miliar–Rp388 miliar. Pilar pertumbuhan meliputi bisnis masker eksisting, popok bayi, tisu basah, dan produk air alkali.

Perusahaan menilai produk kebutuhan sehari-hari yang rutin dan berulang, seperti tisu, tisu basah, air minum, popok bayi, dan pembalut wanita, memiliki daya tahan lebih kuat di tengah tekanan ekonomi.

“Yang kami cari adalah produk yang rutin, berulang, dan menjadi kebutuhan sehari-hari. Itu strategi kami agar bisnis tetap tahan banting dalam berbagai kondisi ekonomi,” ungkap Mengky.