Harga saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi incaran investor asing pekan lalu setelah tercatat sebagai salah satu saham big cap yang dinilai “murah” dengan rasio valuasi menarik.

Data transaksi menunjukkan investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 327,2 miliar pada periode 15–19 Juni 2026 di pasar reguler Bursa Efek Indonesia. Angka itu menempatkan BMRI sebagai saham dengan net buy asing terbesar kedua, di belakang BBCA.

Kondisi Pasar dan Pergerakan Harga

Pada perdagangan Jumat (19/6/2026), BMRI ditutup melemah 3,5% ke level Rp 4.310. Namun, secara mingguan saham ini naik 2,6% dan dalam sebulan menguat 4,3%. Secara year to date (ytd), BMRI tercatat melemah 15,49%.

Secara makro pasar, investor asing masih mencatat net sell di seluruh pasar BEI sebesar Rp 904 miliar selama pekan yang sama, meneruskan tren net sell pekan sebelumnya senilai Rp 5,98 triliun.

Kinerja Keuangan 5M26

Bank Mandiri membukukan laba bersih setelah pajak (bank only) sebesar Rp 23,3 triliun untuk periode Januari–Mei 2026, tumbuh 19% secara year on year. Angka ini setara 40% dari target laba BMRI tahun 2026 menurut proyeksi MNC Sekuritas.

Per Mei 2026, laba bersih bank only tercatat Rp 5,3 triliun, meningkat 18% month on month dan 18% year on year. PPOP tumbuh 14% yoy menjadi Rp 31,9 triliun, didorong oleh NII yang naik 10% yoy menjadi Rp 34,9 triliun dan pendapatan non-bunga yang tumbuh 12% yoy menjadi Rp 14,8 triliun.

Penyaluran Kredit dan Pendanaan

Penyaluran kredit BMRI tumbuh 21% yoy menjadi Rp 1.580 triliun, meningkat dari pertumbuhan 16% yoy pada kuartal I-2026. Dana pihak ketiga murah (CASA) tercatat naik 12% yoy menjadi Rp 1.223 triliun.

Margin bunga bersih (NIM) dipertahankan pada level 4,2%, menurut analis MNC Sekuritas Victoria Venny.

“Pencapaian itu setara 40% dari target laba BMRI tahun 2026 versi MNC Sekuritas dan secara umum masih sejalan dengan ekspektasi,”

Rekomendasi dan Buyback

MNC Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham BMRI dengan target harga Rp 6.050, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40,3% dari harga penutupan yang tercatat. Target itu didasarkan estimasi valuasi PBV 2026 sebesar 1,8 kali dan PBV 2027 sebesar 1,7 kali.

Para pemegang saham juga menyetujui program buyback saham BMRI maksimal senilai Rp 1,17 triliun. Pelaksanaan buyback akan dilakukan dalam periode 12 bulan setelah RUPST.