PT Modernland Realty Tbk membukukan marketing sales sebesar Rp1,65 triliun pada 2025, tumbuh 49,7% dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian itu ditopang oleh kontribusi kuat dari segmen kawasan industri.
Direktur Modernland Realty Pascall Wilson menyatakan segmen industrial menyumbang 45,00% dari total penjualan, diikuti residensial sebesar 43,94% dan sisanya berasal dari segmen hospitality and other.
“Pada segmen industrial, Perseroan mencatat peningkatan marketing sales yang signifikan dengan jumlah tenant yang didominasi oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok,” kata Pascall.
Pascall mengatakan minat investor terhadap Modern Industrial Estate Cikande meningkat sepanjang 2025 dan mendorong penjualan lahan industri. Di sisi residensial, proyek Florence Village di Jakarta Garden City mendapat respons positif dan menjadi kontributor utama penjualan.
Direktur Utama William Honoris menyatakan perusahaan berhasil menjaga kinerja di tengah dinamika industri properti dan ketidakpastian ekonomi global sepanjang 2025.
William menyoroti beberapa pencapaian strategis Perseroan, antara lain peningkatan marketing sales, pertumbuhan laba bersih, serta penguatan struktur keuangan sebagai fondasi keberlanjutan usaha.
Direktur Fetrizal Bobby Heryunda melaporkan pendapatan usaha Modernland sebesar Rp1,01 triliun pada 2025. Perseroan juga membukukan laba bersih tahun berjalan Rp241,12 miliar, berbalik dari rugi tahun sebelumnya.
“Pencapaian tersebut didukung oleh peningkatan kinerja operasional, pertumbuhan penjualan, serta upaya Perseroan dalam menjaga efisiensi dan memperkuat struktur keuangan secara berkelanjutan,” tutur Fetrizal.
Memasuki 2026, Perseroan menilai prospek usaha tetap terbuka sejalan stabilitas ekonomi nasional dan dukungan kebijakan pemerintah terhadap sektor properti. Fokus utama adalah optimalisasi produk residensial, penyelesaian pembangunan dan serah terima unit, serta pemanfaatan peluang pada segmen kawasan industri dan aset strategis lainnya.
Hingga 31 Maret 2026, Modernland melaporkan marketing sales senilai Rp209,7 miliar. Pada periode ini, segmen residensial kembali menjadi kontributor terbesar, disusul segmen industrial, hospitality dan lainnya.
Hasil RUPST
Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), para pemegang saham menyetujui seluruh mata acara rapat, termasuk perubahan susunan Direksi serta penetapan kembali masa jabatan Direksi dan Dewan Komisaris sampai ditutupnya RUPST tahun 2031.
Pemegang saham menerima pengunduran diri Sami Veikko Tapio Miettinen dari posisi Direktur dan menyampaikan apresiasi atas kontribusinya.
Sebagai bagian dari penguatan organisasi, RUPST menyetujui pengangkatan Nabit Musavi sebagai Direktur Perseroan. Susunan Direksi hingga penutupan RUPST 2031 terdiri atas William Honoris (Direktur Utama), Fetrizal Bobby Heryunda (Direktur), Pascall Wilson (Direktur) dan Nabit Musavi (Direktur).
Susunan Dewan Komisaris terdiri dari Dharma Mitra (Komisaris Utama), Herman (Komisaris), Yustinus Saleh (Komisaris), Robert Tumedia (Komisaris Independen) dan Iwan Suryawijaya (Komisaris Independen).
Komisaris Utama Dharma Mitra menyatakan Dewan Komisaris telah menjalankan fungsi pengawasan dan pemberian nasihat kepada Direksi secara aktif sepanjang 2025. “Dewan Komisaris menilai Direksi telah menjalankan pengelolaan Perseroan dengan baik di tengah berbagai tantangan industri dan ekonomi,” ujarnya.
Komisaris Herman menambahkan perusahaan terus memperkuat implementasi aspek Environmental, Social and Governance (ESG) sebagai bagian dari strategi bisnis jangka panjang. Sepanjang 2025, Perseroan menjalankan program keberlanjutan yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, keselamatan kerja, dan penguatan tata kelola.
RUPST juga memutuskan tidak ada pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Pemegang saham memberikan kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menentukan remunerasi Direksi dan Komisaris tanpa kenaikan dibanding tahun sebelumnya.
Selain itu, RUPST menyetujui penunjukan kembali Kantor Akuntan Publik Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan sebagai auditor independen untuk tahun buku 2026.
Dengan disetujuinya seluruh agenda RUPST, Perseroan menyatakan optimistis dapat memperkuat fundamental bisnis, meningkatkan daya saing, serta menciptakan pertumbuhan berkelanjutan untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.
Ikuti Ihram.co.id
