MSCI merilis hasil tinjauan Market Classification 2026 yang memuat penilaian atas transparansi pemegang saham dan kekhawatiran mengenai praktik perdagangan terkoordinasi di pasar ekuitas Indonesia dan Turki. Lembaga itu mencatat langkah-langkah yang telah diumumkan oleh kedua pasar untuk menangani temuan tersebut, namun membuka kemungkinan konsultasi lanjutan jika kemajuan yang kredibel tidak terlihat.
Rilis MSCI itu menjadi pemicu gelombang perhatian di pasar keuangan domestik pada Rabu (24/6/2026), berbarengan dengan aksi jual saham yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
IHSG Terpukul Pada Sesi II
IHSG anjlok pada sesi II perdagangan Rabu, tercatat turun 3,07% ke level 5.913 sekitar pukul 14.52 WIB. Pada saat itu sebanyak 572 saham bergerak turun, 111 saham menguat, dan 125 saham stagnan.
BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) menjelaskan pelemahan terjadi setelah indeks gagal mempertahankan penguatan awal dan tidak mampu menembus area resistance 6.200–6.300. Tekanan jual meningkat hingga IHSG kembali turun di bawah level psikologis 6.000.
Rupiah Melemah, Tekanan Dana Keluar
Nilai tukar rupiah terpantau melemah terhadap dolar AS pada Selasa siang, 24 Juni 2026, menembus level Rp17.950 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, mengaitkan pelemahan ini dengan ketidakpastian di pasar saham yang dipicu oleh pembekuan saham dalam indeks MSCI sehingga memicu arus dana keluar.
Rully menyampaikan keyakinannya bahwa kondisi tersebut dapat mendorong Bank Indonesia untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan sebagai upaya meredam pelemahan rupiah yang mendekati level psikologis Rp18.000.
Pergerakan Harga Emas Jadi Perhatian
Harga emas perhiasan terpantau dinamis pada periode akhir Juni 2026 di sejumlah pengecer, termasuk Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi (HRTA), dan Laku Emas. Tren harga yang bergerak fluktuatif membuat calon pembeli dan investor disarankan terus memantau perkembangan untuk menentukan waktu pembelian atau penjualan.
Di pasar logam mulia, pengamat Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) berpotensi bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 25 Juni 2026. Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia terkoreksi, level support pertama diperkirakan pada US$4.088 per ons troi dan harga emas Antam berpeluang turun sebesar Rp20.000.
Ikuti Ihram.co.id
