Musawarah Fest digelar pada 6–7 Juni 2026 di Gedung SMESCO Convention Hall, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kewirausahaan dan UMKM. Acara ini diselenggarakan oleh HIPMI Jakarta Selatan bersama Musawarah dan SMESCO Indonesia.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi program Jaya Connect, yang mengintegrasikan beberapa inisiatif strategis untuk mendukung pelaku usaha lokal dan mendorong pemulihan ekonomi berbasis UMKM.
Program Utama Dalam Satu Platform
BPC HIPMI Jakarta Selatan menghadirkan program “Made in Jaksel” sebagai wadah promosi dan penguatan identitas kolektif bagi usaha binaan. Program ini dipadukan dengan “KolaborAksi”, yang melibatkan Kementerian UMKM, SMESCO Indonesia, perbankan, komunitas bisnis syariah Kajian Musawarah, serta mitra strategis lain yang sejalan visinya.
Selain itu, “Syariah Link” menjadi rangkaian ketiga yang fokus memperkuat ekonomi syariah melalui edukasi, promosi, dan perluasan jaringan bagi pelaku usaha berbasis syariah. Ketiga program itu diintegrasikan untuk membangun fondasi ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Peresmian dan Kehadiran Pihak Terkait
Peresmian Musawarah Fest dilakukan oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Maman Abdurrahman; Direktur Utama SMESCO Indonesia Doddy Akhmadsyah Matondang; Ketua Umum HIPMI Jakarta Selatan Dzaki Adinda Husna; serta Inisiator Musawarah Dimas Seto.
“Kolaborasi antar pihak sangat penting dalam pengembangan industri UMKM, maka dari itu Kementerian UMKM bersama Bappenas telah mengembangkan super-app Sapa UMKM untuk memfasilitasi pertumbuhan UMKM yang lebih masif lagi,” ujar Maman Abdurrahman.
Para penyelenggara menegaskan kembali pentingnya kerja sama lintas sektor sebagai dasar penguatan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Musawarah Fest diposisikan sebagai wujud nyata dari program Made in Jaksel.
Antusiasme Publik dan Dampak
Selama dua hari acara, tercatat partisipasi lebih dari 10.000 pengunjung. Kehadiran pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan masyarakat umum menunjukkan tingginya minat terhadap produk lokal, ekonomi kreatif, dan peluang usaha, termasuk ekonomi syariah.
Penyelenggara menilai kegiatan ini membuka ruang promosi, edukasi, dan pengembangan jejaring yang lebih luas bagi pelaku usaha. Made in Jaksel diharapkan meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus menjadi model kolaborasi yang memberi manfaat bagi masyarakat dan dunia usaha.
Penyelenggaraan Musawarah Fest juga disebut selaras dengan arah kebijakan Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian, melalui agenda peningkatan kapasitas kewirausahaan, penguatan penggunaan produk dalam negeri, dan penciptaan lapangan kerja melalui sektor usaha produktif.
Ikuti Ihram.co.id
