Rafael Nadal mengalihkan fokus kariernya dari prestasi di lapangan menjadi ekspansi bisnis, terutama di sektor perhotelan dan pendidikan olahraga. Mantan peraih 22 gelar Grand Slam itu baru saja meresmikan hotel keempat di Fuerteventura, Kepulauan Kanari, di bawah merek Zel Hotels.

Zel Hotels didirikan pada 2022 melalui kerja sama dengan Meliá Hotels International. Sebelumnya jaringan tersebut membuka properti di Mallorca, Costa Brava, dan Punta Cana.

“Saya bukan tipe pria yang suka bangun di pagi hari tanpa tahu harus berbuat apa. Tujuan saya adalah terus melangkah maju. Jika dulu saya membangun warisan di dalam lapangan, sekarang adalah saatnya saya membangun warisan di luar lapangan,” kata Nadal.

Pelajaran Dari Lapangan

Nadal menyebut pengalaman di dunia olahraga membentuk mentalitas yang berguna di bisnis. Ia menyoroti kemampuan menahan frustrasi, bekerja dalam tim, menerima kekalahan, serta mengelola kemenangan sebagai modal penting.

Pengalaman itu, menurut Nadal, membantunya melewati masa-masa sulit termasuk operasi pinggul pada 2023 hingga keputusan pensiun. Ia mengaku siap membuka babak baru dalam hidupnya.

Sengketa Hadiah Turnamen

Nadal turut berkomentar soal protes mengenai pembagian hadiah uang di Wimbledon yang melibatkan sejumlah pemain top. Tahun ini Wimbledon menaikkan total hadiah 20% menjadi 64,2 juta pound sterling, namun para pemain menuntut angka sekitar 71 juta pound sterling atau setara 16% dari pendapatan turnamen.

“Jika Anda melihat apa yang didapatkan pemain 15 tahun lalu dibandingkan hari ini, rata-rata kenaikannya jauh melampaui rata-rata pekerjaan apa pun di dunia ini,” ujarnya. Nadal menyarankan asosiasi pemain dan pihak penyelenggara mencapai kesepakatan jangka panjang, misalnya persentase kenaikan tahunan yang disepakati selama 10 tahun.

Investasi Di Luar Perhotelan

Selain perhotelan, Nadal mengembangkan portofolio melalui perusahaan keluarga, Aspemir, yang berfokus pada sektor edukasi dan kebugaran. Ia mendirikan Rafa Nadal Academy di Mallorca pada 2016, kini berkembang ke beberapa negara.

Pada 2025 Nadal menjual 44,9% saham akademi kepada GPF Capital senilai 94 juta euro, namun tetap menguasai 55,1% saham mayoritas. “Semakin hari, semakin banyak orang sadar bahwa menjaga tubuh itu sangat penting. Jadi, berinvestasi pada pendidikan anak-anak, kesejahteraan, dan olahraga adalah langkah yang tepat,” katanya.

Langkah ini sejalan dengan tren atlet elite yang menyiapkan karier kedua setelah pensiun. Bagi Nadal, transisi itu didukung citra personal yang disiplin dan berprestasi, serta kolaborasi dengan jaringan hotel global untuk membangun ekosistem bisnis berkelanjutan.