Entitas asosiasi United Tractors, Nickel Industries Limited, mengumumkan akuisisi saham minoritas pada dua smelter high pressure acid leaching (HPAL) yang berlokasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP).
Langkah ini meliputi pembelian saham di PT Teluk Metal Industry (TMI) dan PT Chengsheng New Energy dengan nilai transaksi gabungan mencapai US$410,6 juta.
Perusahaan mencatat telah menandatangani perjanjian untuk mengakuisisi 17,5% saham di PT Teluk Metal Industry senilai US$169 juta.
Pendanaan untuk transaksi tersebut akan berasal dari kas internal Nickel Industries serta opsi tambahan utang dari Shanghai Decent Investment (Group) Co., Ltd., pemegang saham mayoritas Nickel Industries.
Selain itu, Nickel Industries akan mengambil 36% saham di PT Chengsheng New Energy dengan valuasi US$241,6 juta. Transaksi ini tidak melibatkan kas langsung, melainkan dilakukan melalui monetisasi atas 18% saham di dua perusahaan tambang yang terkait Proyek Sampala.
Perusahaan memperkirakan PT Teluk Metal Industry akan memberikan kontribusi produksi sebesar 6.775 ton nikel MHP per tahun ketika mencapai kapasitas penuh, yang ditargetkan paling lambat pada September 2027.
Sementara itu, PT Chengsheng New Energy diperkirakan akan menyumbang sekitar 10.208 ton nikel MHP per tahun pada kapasitas penuh, dengan estimasi mulai beroperasi pada pertengahan 2027.
Ikuti Ihram.co.id
