PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 meski dihadapkan pada tekanan ekonomi global dan dinamika industri kemasan. Manajemen menilai pencapaian tersebut menjadi modal untuk melanjutkan pertumbuhan pada 2026.

Perseroan membukukan penjualan Rp154,8 miliar, naik 4,9% dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp147,6 miliar. Laba kotor tercatat Rp23,7 miliar, meningkat ringan 0,18% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp23,6 miliar.

Manajemen Anggap Kinerja Tahan Guncangan Global

Direktur Utama Paperocks, Irsyad Hanif, mengatakan capaian itu menunjukkan ketahanan bisnis di tengah ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi dunia, gangguan rantai pasok, dan volatilitas harga energi.

“Pencapaian tersebut membuktikan bahwa di tengah ketegangan geopolitik yang berkepanjangan, volatilitas pasar serta gangguan rantai pasokan energi, dan perlambatan pertumbuhan global, Perseroan mampu mempertahankan kinerjanya untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Irsyad saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan dan Paparan Publik di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Target Kuartal II-2026

Paperocks menargetkan penjualan kuartal II-2026 mencapai Rp80,53 miliar, tumbuh 2,7% secara tahunan. Dari sisi profitabilitas, laba kotor ditargetkan Rp12,88 miliar atau naik 6,01% year on year.

Sementara itu, laba tahun berjalan untuk kuartal II dipatok sebesar Rp1,89 miliar, meningkat 5,07% dibandingkan capaian kuartal II-2025.

Strategi Untuk Mencapai Target

Irsyad menyebut sejumlah strategi telah disiapkan, antara lain peningkatan kualitas produk dan layanan, pengembangan kemasan berkelanjutan, serta ekspansi pasar. Perseroan juga akan memperkuat penetrasi di pasar yang sudah ada dan membuka pasar baru untuk memperluas basis pelanggan.

“Melalui strategi bisnis yang tepat, kami yakin kinerja Perseroan akan terus tumbuh,” kata Irsyad.

Peluang dari Industri Pengguna Kemasan

Manajemen menilai permintaan kemasan kertas masih positif seiring meningkatnya kesadaran pelaku usaha dan konsumen terhadap kemasan ramah lingkungan. Prospek bisnis Paperocks didukung oleh pertumbuhan industri makanan dan minuman nasional, salah satu pengguna utama produk kemasan kertas.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, produk domestik bruto industri makanan dan minuman tumbuh 6,49%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri pengolahan nonmigas yang mencapai 5,58%.

Kondisi itu dianggap memberi peluang bagi produsen kemasan seperti PPRI untuk meningkatkan volume penjualan seiring meningkatnya kebutuhan industri makanan dan minuman terhadap kemasan yang aman, higienis, dan ramah lingkungan.

Fokus Keberlanjutan

Paperocks menegaskan keberlanjutan menjadi bagian dari strategi jangka panjang. Perseroan berencana meningkatkan penggunaan bahan ramah lingkungan pada seluruh lini produk serta mengembangkan dan memasarkan produk berbahan daur ulang untuk mendukung ekonomi sirkular.

Menurut perseroan, saat ini kemasan berbahan kertas menyumbang sekitar 28% dari total industri kemasan nasional, sementara kemasan fleksibel berbasis plastik mendominasi dengan porsi sekitar 48%.

“Ini memang komitmen kami sejak awal, untuk berkontribusi secara positif menjaga keberlanjutan lingkungan serta memberi manfaat yang berkesinambungan bagi semua pihak,” ujar Irsyad.