PT Pegadaian (Persero) dan PT Pupuk Kalimantan Timur resmi menandatangani Nota Kesepahaman kerja sama lintas industri pada Selasa, 24 Juni, di Kantor Pusat Pegadaian, Jakarta. Kesepakatan berdurasi tiga tahun itu akan berlangsung hingga 24 Juni 2029 dan membawa tema “Sinergi untuk Mengemaskan Indonesia”.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Pemasaran, Penjualan dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, bersama Direktur Keuangan & Umum PT Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman. Kesepakatan ini bertujuan membangun ekosistem bisnis berkelanjutan dan mendukung inklusi keuangan di lingkungan korporasi.

Dalam ruang lingkup kerja sama, kedua pihak menargetkan peningkatan kesejahteraan serta literasi keuangan karyawan Pupuk Kaltim melalui program edukasi terstruktur dan akses ke produk investasi milik Pegadaian.

Selfie Dewiyanti menyatakan bahwa kemitraan ini sejalan dengan komitmen Pegadaian untuk memperluas pemanfaatan instrumen investasi aman di sektor manufaktur dan petrokimia nasional.

— “Kami sangat menyambut baik kemitraan strategis dengan Pupuk Kaltim ini sebagai wujud nyata dari misi besar kami dalam mengEMASkan Indonesia. Melalui program literasi keuangan terstruktur dan penyediaan berbagai pilihan fasilitas pengelolaan keuangan pribadi, kami berharap seluruh karyawan Pupuk Kaltim dapat merencanakan masa depan finansial mereka secara lebih bijak. Kami telah menyiapkan berbagai skema yang sangat kompetitif, mulai dari produk investasi Tabungan Emas hingga ragam fasilitas pembiayaan produktif yang dapat diakses dengan mudah oleh para karyawan,”

Program yang direncanakan mencakup edukasi finansial, akses langsung ke platform pengelolaan keuangan Pegadaian, kemudahan kepemilikan aset investasi, serta fasilitas pembiayaan dengan skema khusus bagi karyawan Pupuk Kaltim.

Dari pihak Pupuk Kaltim, Qomaruzzaman menegaskan pentingnya literasi dan kesejahteraan finansial karyawan sebagai penopang produktivitas dan pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

“Kemitraan dengan Pegadaian dipandang sebagai solusi cerdas untuk mengedukasi seluruh jajaran karyawan agar terhindar dari jeratan instrumen keuangan ilegal yang tidak sehat di era digital,”

Selain program edukasi dan akses produk, kedua perusahaan menyatakan komitmen untuk terus mengeksplorasi peluang perluasan kerja sama. Langkah ini diharapkan memberi dampak ekonomi bagi kedua pihak serta mendorong inklusi keuangan yang lebih merata dan berkelanjutan di tingkat korporasi.