Saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melonjak pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026, bertepatan dengan cum date dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Harga tercatat naik 13,40% menjadi Rp 11.000 per saham.
Pergerakan itu tercatat pada volume 249.300 saham dengan frekuensi 377 kali transaksi dan nilai transaksi sebesar Rp 2,56 miliar. Investor asing tercatat melakukan net buy sebesar Rp 786,85 juta.
Perdagangan saham kerap menguat pada periode cum date karena meningkatnya minat beli investor yang ingin memperoleh hak dividen. Untuk Bayan Resources, ex date dividen dijadwalkan pada Senin, 22 Juni 2026.
Daftar pemegang saham yang berhak atas dividen ditetapkan pada 23 Juni pukul 16.15 WIB, sedangkan pembayaran dividen akan dilakukan pada 8 Juli 2026.
Jumlah Dividen dan Potensi Rupiah
Bayan Resources mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2025 sebesar total US$ 500 juta, atau US$ 0,015 per saham.
Bila dikonversi menggunakan kurs Jisdor Bank Indonesia pada 19 Juni 2026 sebesar Rp 17.826 per dolar AS, total dividen ini setara sekitar Rp 8,9 triliun atau sekitar Rp 267 per saham.
Potensi Penerimaan Pemegang Saham Utama
Pemegang saham utama Low Tuck Kwong tercatat menguasai 13.412.921.870 saham atau 40,239% kepemilikan BYAN per akhir Mei 2026. Dengan proporsi tersebut, ia berpeluang menerima dividen sekitar Rp 3,5 triliun.
Sementara itu, Elaine Low tercatat memegang 7.333.833.700 saham atau 22,002% saham BYAN, sehingga potensi penerimaan dividen mencapai sekitar Rp 1,9 triliun.
Riwayat Pengalihan Saham
Pada 28 Agustus 2024, Low Tuck Kwong mengalihkan 7,33 miliar saham BYAN atau sekitar 22% kepada Elaine Low melalui transaksi di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia. Jumlah saham yang diperdagangkan itu dibukukan pada harga rata-rata Rp 13.888 per saham, dengan nilai keseluruhan transaksi sebesar Rp 101,84 triliun.
Ikuti Ihram.co.id
