Pemerintah akan mengarahkan nasabah PT Permodalan Nasional Madani (PNM) yang membutuhkan pembiayaan di atas Rp 15 juta untuk memanfaatkan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Langkah ini diambil meski PNM memiliki layanan pembiayaan bagi UKM bernama Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM).

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Gedung Smesco, Jakarta, pada Senin (29/6/2026). Menurut Airlangga, kebijakan ini bagian dari upaya mendorong nasabah naik kelas dari program PNM Mekaar menuju pemanfaatan KUR.

Profil Produk Pembiayaan PNM

PNM memiliki dua produk pembiayaan utama: PNM Mekaar dan PNM ULaMM. PNM ULaMM menyasar pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dengan plafon pembiayaan mulai Rp 20 juta hingga Rp 200 juta, sementara PNM Mekaar ditujukan bagi pelaku usaha perempuan ultra mikro dan mikro dengan plafon hingga Rp 3 juta.

Program ULaMM mulai disalurkan pada Agustus 2008 dan hingga akhir 2025 telah melayani sekitar 1.181 unit UKM.

Perkembangan Kinerja Pembiayaan

Kinerja pembiayaan ULaMM menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan laporan keuangan PNM, total pembiayaan ULaMM turun 14,89% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp 3,09 triliun pada akhir 2025.

Penurunan terutama terjadi pada segmen pembiayaan konvensional, sedangkan pembiayaan syariah ULaMM masih mencatatkan pertumbuhan positif.

Sementara itu, penyaluran pembiayaan PNM Mekaar masih tumbuh 1,20% secara tahunan pada 2025 dan tetap mendominasi portofolio pembiayaan PNM dengan total mencapai Rp 45,37 triliun. Program Mekaar sendiri dimulai pada 2015.

Kebijakan Bunga dan Subsidi

Pemerintah akan memperkuat peran PNM Mekaar sebagai sumber pembiayaan bagi pelaku usaha perempuan di segmen ultra mikro. Kebijakan subsidi bunga disiapkan sehingga suku bunga pembiayaan PNM Mekaar diturunkan dari kisaran sekitar 25% menjadi 8%.

Airlangga memastikan tingkat bunga 8% tersebut akan diberlakukan bagi seluruh nasabah PNM Mekaar, baik nasabah baru maupun eksisting. “Semua nasabah. Jadi yang sekarang menerima bunga tinggi, di depan ada periode tertentu untuk turun ke bunga PNM,” ujar Airlangga.

Realisasi Penyaluran KUR

Hingga 28 Juni 2026, realisasi penyaluran KUR tercatat diberikan kepada 2,32 juta debitur dengan nilai mencapai Rp 147,70 triliun. Angka ini setara dengan 50,83% dari target plafon penyaluran KUR tahun 2026.

Menurut Airlangga, capaian tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional.