Pencatatan ganda PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) di Bursa Efek Hong Kong (HKEX), bersamaan dengan tercatatnya saham perusahaan di Bursa Efek Indonesia (IDX), dianggap melampaui sekadar pencapaian pasar modal. Debut di Hong Kong, yang dilaporkan mendapat kelebihan permintaan hingga sebelas kali lipat, menempatkan posisi baru bagi persepsi investor terhadap sektor pertambangan Indonesia.
Di balik angka permintaan itu muncul pertanyaan fundamental: apakah pencatatan di dua bursa bisa secara nyata meningkatkan kepercayaan terhadap investasi di Indonesia, dan sejauh mana kepercayaan tersebut akan berpengaruh pada agenda hilirisasi mineral nasional?
Kepercayaan Internasional
Menurut Edi Permadi, Tenaga Ahli Profesional Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas), pencatatan di Hong Kong berfungsi sebagai sinyal kuat bagi pasar internasional. Dengan memenuhi persyaratan regulasi dan pengungkapan HKEX, perusahaan tersorot pada standar tata kelola dan transparansi yang lebih tinggi.
“Mari kita jelajahi kesamaan terpenting antara investor dan perwira militer, sebenarnya hanya satu kata, yaitu KEPERCAYAAN. Jadi di Lemhannas RI, kami selalu menilai sebagian besar masalah melalui ‘Lingkungan Strategis’ atau Lingstra atau lingkungan strategis dari tingkat internasional, regional, dan nasional,” ujar Edi.
Edi menambahkan bahwa pencatatan di Hong Kong membantu menggeser narasi dari “risiko khusus Indonesia” ke posisi “paparan komoditas global”, sekaligus menurunkan diskon pasar negara berkembang yang kerap diberlakukan investor karena kekhawatiran terhadap kebijakan, tata kelola, dan risiko operasional.
Dampak Regional dan Domestik
Secara regional, kehadiran EMAS di HKEX memperkuat keterkaitan modal Asia, khususnya akses ke kumpulan modal institusional yang besar dan hubungan dengan investor Tiongkok daratan. Hal ini dianggap relevan bagi agenda hilirisasi yang membutuhkan investasi padat modal pada fasilitas peleburan, pemurnian, dan pengolahan.
Edi juga menunjukkan peran investor besar yang menyerap sebagian besar penawaran di Hong Kong sebagai lapisan kredibilitas tambahan. “Di pasar modal, kredibilitas itu menular: di mana investor besar dan berpengalaman memimpin, yang lain cenderung mengikuti,” kata dia.
Di dalam negeri, pencatatan ganda dinilai berfungsi sebagai validasi bagi investor lokal bahwa perusahaan tambang Indonesia mampu memenuhi standar global dan menarik modal kelas dunia. Namun Edi mengingatkan bahwa mayoritas saham yang ditawarkan di Hong Kong berupa saham sekunder, sehingga hasil transaksi banyak mengalir ke pemegang saham penjual, bukan langsung ke ekspansi perusahaan.
Perlu dicatat pula risiko pasar seperti selisih harga antara pencatatan di IDX dan HKEX yang dapat menciptakan volatilitas dan peluang arbitrase, meski secara keseluruhan peningkatan standar di sektor diharapkan berlanjut.
Implikasi Untuk Hilir
Bagi strategi hilirisasi Indonesia—yang berupaya meningkatkan nilai tambah dari mineral mentah ke produk olahan—kepercayaan investor jangka panjang dianggap aset strategis. Pencatatan ganda EMAS, menurut perspektif yang dikemukakan, turut menambah aset tak berwujud tersebut dengan menegaskan kemampuan perusahaan lokal memenuhi ekspektasi pasar global.
Dengan demikian, pencatatan ganda bukan hanya soal akses modal, tetapi juga soal membangun rekam jejak yang mendukung transformasi Indonesia dari pemasok bahan baku menjadi peserta yang lebih terintegrasi dalam rantai nilai industri mineral.
Ikuti Ihram.co.id
