PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui program Rumah BUMN (RB) Rembang mencatatkan kemajuan signifikan dalam pengembangan UMKM. Sejak beroperasi pada 2020, program yang dikelola anak usaha PT Semen Gresik itu telah mendampingi 580 usaha mikro, kecil, dan menengah.

Hingga 2025, RB Rembang mencatat transaksi kumulatif Rp6,9 miliar dan menyerap lebih dari 2.100 tenaga kerja lokal, menurut data internal perusahaan. Pencapaian ini menegaskan posisi RB Rembang sebagai inkubator bisnis berbasis desa.

Program Pelatihan dan Pendampingan Terintegrasi

Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni menyatakan pengembangan UMKM menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan untuk menciptakan creating shared value bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“UMKM memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi daerah dan pencipta lapangan kerja. Karena itu, SIG terus menghadirkan program pemberdayaan yang adaptif dan berkelanjutan agar UMKM dapat tumbuh lebih kompetitif,” ujar Vita, dikutip Jumat (26/5/2026).

Sampai 2025, RB Rembang menyelenggarakan 203 program pelatihan yang mencakup pengembangan kualitas produk, standardisasi, digitalisasi usaha, penguatan branding, dan strategi pemasaran. Pendampingan dilaksanakan secara komprehensif untuk membantu pelaku usaha menjawab tantangan pasar dan memperluas akses.

Dampak pada Pelaku Usaha Lokal

Salah satu penerima manfaat, Bella Ayu Paramitha pemilik Batik Sekar Mulyo asal Rembang, mengungkapkan usahanya meningkat setelah mendapat pendampingan. Omzet produksi batiknya kini mencapai sekitar Rp100 juta per bulan.

Batik Sekar Mulyo juga mampu menyerap puluhan tenaga kerja tetap dan ratusan pekerja lepas dari berbagai desa di Kabupaten Rembang, menurut keterangan pelaku usaha.

Ekosistem Bisnis dan Rencana Ke depan

SIG menegaskan RB Rembang berperan lebih dari pusat pelatihan; program ini menjadi ekosistem yang mengintegrasikan pembinaan usaha, jejaring kolaborasi, dan akses pemasaran berbasis digital.

Perusahaan menyatakan akan terus memperluas dampak program melalui pengembangan kapasitas UMKM, peningkatan daya saing produk lokal, serta pembukaan akses pasar nasional hingga global bagi para pelaku usaha binaan.