Beberapa peristiwa penting mewarnai pasar emas dan sektor energi pada akhir pekan ini, mulai dari perubahan layanan perdagangan ritel emas di China hingga proyeksi harga emas batangan dalam negeri.

Berikut rangkuman lima berita paling mendapat perhatian per hari Minggu, 28 Juni 2026.

Perubahan Layanan Perdagangan Emas Di China

Sejumlah bank besar di China menghentikan fasilitas yang membantu perdagangan emas ritel menyusul penurunan harga emas ke level US$4.000. Industrial & Commercial Bank of China Ltd (ICBC) menyatakan berhenti menawarkan layanan perantara perdagangan emas di Shanghai Gold Market setelah penyelesaian pada 24 Juli.

China Guangfa Bank Co. juga meminta nasabah menutup akun perdagangan emas mereka sebelum pukul 15.30 waktu Hong Kong pada hari Kamis; jika tidak, mereka menghadapi likuidasi paksa pada akhir bulan, menurut pemberitahuan internal bank.

Prediksi Harga Emas Antam Untuk 29 Juni 2026

Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diperkirakan bergerak fluktuatif pada perdagangan hari Senin, 29 Juni 2026.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyatakan support pertama untuk emas Antam berada di Rp2.640.000 per gram, sedangkan support kedua ditetapkan pada Rp2.530.000 per gram. Ibrahim juga memprediksi adanya resistance pertama, namun level resistancenya tidak dijabarkan dalam keterangannya.

Tips Alokasi Investasi Emas Dari Para Pakar

Para pakar yang dikutip merekomendasikan alokasi emas dalam portofolio berkisar antara 0% hingga 15%, dengan panduan umum memulai dari 5% untuk investor moderat.

Leo Chen, profesor di Muma College of Business, University of South Florida, menyebutkan besaran historis yang sering direkomendasikan adalah antara 2% hingga 5% dari portofolio.

Harga Emas Perhiasan Stabil Pada 28 Juni 2026

Harga emas perhiasan tercatat relatif stabil di sejumlah pengecer pada Minggu, 28 Juni 2026. Tren yang dinamis mendorong calon pembeli dan investor untuk terus memantau pergerakan harga sebelum mengambil keputusan jual atau beli.

ARKO: Dukungan Konglomerat dan Valuasi Premium

PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), emiten pembangkit listrik energi terbarukan, memiliki proyek dengan kebutuhan pendanaan besar yang dinilai dapat memperkuat kinerja perusahaan. ARKO dikendalikan oleh kelompok pendiri lewat PT Arkora Bakti Indonesia yang memiliki 38,89% saham, dengan Aldo Artoko disebut sebagai ultimate beneficial owner.

Perusahaan mendapat dukungan pendanaan, aspek legal, dan tata kelola dari Grup Astra. Kelompok terafiliasi Hapsoro juga melakukan akumulasi saham ARKO sekitar 6,9%.

Dari sisi valuasi, ARKO diperdagangkan dengan rasio sangat premium, yakni P/E 312 kali dan P/BV 35 kali, berada pada level valuasi yang sejajar dengan emiten pembangkit tertentu.