PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) memperoleh persetujuan dari pemegang saham untuk mempersiapkan rencana Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue. Persetujuan diberikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Kamis, 25 Juni 2026, di Omar Hotel, Tangerang.
Dalam RUPSLB, pemegang saham memberi kewenangan kepada Direksi untuk menyiapkan pelaksanaan PMHMETD sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk aturan pasar modal. Perusahaan menyatakan aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung rencana pengembangan usaha.
Direktur Utama PIPA, Firrisky Ardi Nurtomo, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemegang saham. “Persetujuan pemegang saham atas persiapan rights issue ini merupakan bentuk kepercayaan terhadap arah perbaikan dan pengembangan Perseroan. Manajemen akan menindaklanjuti persetujuan ini secara hati-hati, terukur, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Fokus kami adalah memperkuat struktur permodalan, meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan, serta membuka ruang yang lebih baik bagi pertumbuhan usaha Perseroan ke depan,” ujar Firrisky dalam keterangan resmi, Jumat (26/6/2026).
Sementara itu, tiga agenda lain dalam RUPSLB — perubahan nama Perseroan, perubahan kedudukan Perseroan, dan peningkatan modal dasar — belum dapat diputuskan karena kehadiran pemegang saham tidak memenuhi kuorum mayoritas khusus yang dipersyaratkan. Manajemen menegaskan keputusan ini tidak memengaruhi kegiatan operasional maupun rencana kerja yang sedang berjalan.
Perseroan menyatakan akan menyiapkan RUPSLB kedua sesuai ketentuan untuk kembali membahas agenda-agenda yang belum diputuskan.
Fokus Pada Pemulihan Kinerja Dan Penguatan Tata Kelola
Pada hari yang sama, PIPA menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dengan tingkat kehadiran 63,728%. Dalam RUPST itu, pemegang saham menyetujui dan mengesahkan Laporan Tahunan serta Laporan Keuangan tahun buku 2025 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Kanaka Puradiredja, Suhartono dan Rekan dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian.
Persetujuan laporan keuangan menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas. Perusahaan juga menyampaikan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025 karena mempertimbangkan kondisi keuangan dan kebutuhan memperkuat posisi keuangan.
PIPA mencatat kerugian bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 17.642.844.487. Laba ditahan akan digunakan untuk mendukung pemulihan kinerja dan menutup kerugian tersebut.
Firrisky menegaskan keputusan menahan pembagian dividen merupakan langkah untuk memfokuskan upaya pemulihan kinerja dan penguatan kondisi keuangan. Manajemen berkomitmen mengelola sumber daya secara disiplin serta memperbaiki fundamental usaha untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
RUPST juga menyetujui rencana penyajian kembali (restatement) laporan keuangan tahun 2023 dan 2024. Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan pencatatan dan pengungkapan, termasuk terkait realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham Perseroan, sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola yang baik.
Dengan persetujuan persiapan rights issue dan langkah pembenahan laporan keuangan serta tata kelola, Perseroan berharap dapat membangun fondasi yang lebih kuat untuk mendukung pemulihan kinerja dan pengembangan usaha secara berkelanjutan.
Ikuti Ihram.co.id
