JAKARTA – Kepolisian Daerah Metro Jaya telah memeriksa lima orang saksi terkait laporan teror yang dialami oleh kreator konten sekaligus DJ, Ramon Dony Adam, yang akrab disapa DJ Donny. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami kasus pelemparan bom molotov dan pengiriman bangkai ayam ke kediamannya.
Proses Penyelidikan Berlangsung
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, menyatakan bahwa kelima saksi yang diperiksa adalah individu yang memiliki pengetahuan langsung atau mendengar mengenai kejadian tersebut. “Ada beberapa, satu, dua, lima. Ya (lima orang diperiksa),” ujar Iman seusai rapat koordinasi penerapan KUHP dan KUHAP baru di sebuah hotel kawasan Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2026).
Iman menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan proses penyelidikan untuk mengumpulkan fakta-fakta hukum. Sejumlah alat bukti telah diamankan dan akan dianalisis lebih lanjut. “Kami masih melakukan proses penyelidikan ya untuk fakta-fakta hukum yang ditemukan oleh penyelidik kami,” jelasnya.
Ia berharap analisis bukti tersebut dapat segera mengkonstruksikan pasal yang relevan dan mengarah pada identifikasi pelaku. “Nanti akan segera, mudah-mudahan segera bisa mengkonstruksikan pasalnya maupun mengarah pada tersangkanya siapa,” sambung dia.
Kronologi Teror yang Dialami DJ Donny
Sebelumnya, DJ Donny melaporkan serangkaian aksi teror yang dialaminya ke Polda Metro Jaya. Ia mengaku rumahnya dilempari bom molotov dan menerima pengiriman bangkai ayam yang disertai ancaman.
“Dikirim bangkai ayam ke rumah saya. Kalau hal tersebut sih saya nggak ada masalah. Lalu, semalam saya pulang, saya tidur, jam 03.00 WIB di CCTV terekam orang lempar molotov ke rumah saya,” kata DJ Donny di Polda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
DJ Donny menceritakan bahwa bangkai ayam tersebut dikirim dalam bentuk paket dengan tulisan ancaman. “Saya buka, isinya rupanya bangkai ayam. Ayam dipotong kepalanya dan ada tulisan ancaman, ‘kalau kamu masih berbicara, masih apa, jaga ucapanmu di social media, kalau masih, masih bla-bla-bla…, kamu akan seperti ayam ini.’ Terus ada foto saya, terus di leher saya kayak diiris gitu, dipotong,” jelasnya.
Aksi pelemparan bom molotov terekam kamera CCTV di rumah DJ Donny. Rekaman tersebut menunjukkan dua orang pria mengenakan jas hujan melempari rumahnya dengan bom molotov.
Ancaman Keamanan Keluarga
DJ Donny menyatakan bahwa teror ini tidak hanya dialaminya, tetapi juga dialami oleh rekan-rekan sesama influencer. Ia merasa terancam dan khawatir akan keamanan keluarganya.
“Karena kalau hal ini, menurut saya, tindakan ini sudah bukan hanya merugikan diri saya, tapi juga mengancam keamanan keluarga. Bukan hanya keluarga, tapi orang sekitar,” imbuhnya.
Ia berharap pihak kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporannya. Laporan DJ Donny telah teregister dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT POLDA METRO JAYA. Ia melaporkan kasus ini dengan dugaan pelanggaran Pasal 187 KUHP dan/atau Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 356 KUHP.






