PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) menegaskan diversifikasi bisnis sebagai strategi utama untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan pada 2026. Perusahaan pelayaran yang selama ini fokus pada sektor pertambangan berencana memperluas jenis komoditas, memperluas wilayah pengiriman, dan menjalin kerja sama dengan pelanggan baru.

Langkah itu juga disertai rencana memperbaiki layanan melalui penerapan customer relationship management (CRM), digitalisasi operasional, efisiensi sumber daya, serta penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance/GCG), kata manajemen.

Direktur Keuangan PSAT, Wendi Arifin, menyatakan diversifikasi penting untuk mengurangi ketergantungan pada segmen tertentu sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah pasar yang masih menantang.

“Tahun 2026, perseroan akan memperkuat pertumbuhan melalui diversifikasi komoditas, perluasan wilayah pengiriman, dan pengembangan kerja sama dengan pelanggan baru,” ujar Wendi dalam paparan publik di Jakarta, Rabu (17/6/2026).

PSAT mencatatkan kinerja pendapatan yang membaik pada 2025 meski industri pelayaran menghadapi tekanan dari ketidakpastian ekonomi global dan domestik. Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 1,07 triliun, naik sekitar 9,9% dari Rp 980 miliar pada 2024.

Wendi menyebut peningkatan pendapatan mencerminkan aktivitas operasional yang tetap solid di tengah fluktuasi pasar. Namun, kenaikan biaya operasional masih membebani kinerja laba perusahaan.

Laba bersih PSAT terkoreksi menjadi Rp 23 miliar pada 2025, turun dari Rp 242 miliar pada tahun sebelumnya. Perusahaan menyatakan tekanan biaya antara lain berasal dari kenaikan harga bahan bakar dan penggunaan kapal sewa jangka pendek untuk menjaga kesinambungan layanan kepada pelanggan.

Manajemen menilai penggunaan kapal sewa sebagai langkah operasional strategis yang diperlukan untuk mempertahankan kualitas layanan dan hubungan jangka panjang dengan pelanggan. “Langkah tersebut merupakan investasi operasional yang diperlukan untuk menjaga stabilitas layanan, mempertahankan hubungan dengan pelanggan, serta memastikan kesiapan perseroan dalam menangkap peluang pertumbuhan di masa mendatang,” kata Wendi.

Peningkatan Kapasitas dan Aset

Perseroan juga melaporkan peningkatan total aset sebesar 12% menjadi Rp 1,69 triliun pada 2025 dari Rp 1,5 triliun pada 2024. Kenaikan tersebut terutama disebabkan penambahan aset tetap berupa kapal sebagai bagian dari strategi memperkuat armada dan kapasitas pengangkutan.

Wendi menyatakan peningkatan aset merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

Realisasi Penggunaan Dana IPO

Dalam paparan publik, PSAT melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO). Dana tersebut digunakan untuk pembelian kapal melalui entitas anak usaha, PT Pancaran Karya Shipping, sebesar Rp 175 miliar; pembelian bahan bakar operasional senilai Rp 18,27 miliar; serta pembayaran biaya penawaran umum Rp 6,84 miliar.

Perseroan menyatakan realisasi penggunaan dana IPO tersebut telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat tertanggal 12 Januari 2026.