Pemerintah menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan diarahkan sebagai instrumen utama untuk memperkuat produktivitas, menarik investasi, dan mendukung transformasi ekonomi nasional. Langkah ini ditempuh melalui penguatan riset, teknologi, industrialisasi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan komitmen menjaga kesehatan, kredibilitas, dan keberlanjutan APBN agar mampu menjalankan dua fungsi sekaligus: stabilisasi ekonomi dan menjadi motor penggerak produktivitas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Target Ekonomi 2045 Dan Peran APBN

Purbaya menilai peran APBN sebagai fondasi penting untuk mewujudkan visi menjadikan Indonesia salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar dunia pada 2045. Menurut dia, pencapaian target tersebut menuntut pertumbuhan ekonomi tinggi yang ditopang pembangunan SDM unggul, industrialisasi, penciptaan lapangan kerja, serta lahirnya wirausaha dan perusahaan rintisan berbasis inovasi.

Fokus Pada Pendidikan, Riset, Dan Teknologi

Pemerintah mendorong penguatan bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang dipadukan dengan ilmu sosial, humaniora, seni, keagamaan, dan ekonomi (SHARE). Pendekatan ini dimaksudkan agar kemajuan teknologi selaras dengan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai bagian dari strategi, Kementerian Keuangan mengatakan akan memperkuat investasi pada pengembangan SDM melalui kebijakan, salah satunya penajaman program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Penajaman Alokasi Beasiswa LPDP

Mulai 2026, pemerintah mengarahkan sekitar 80% alokasi beasiswa LPDP ke bidang STEM dan industri strategis. Sektor yang diprioritaskan meliputi pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), semikonduktor, hilirisasi, maritim, dan manufaktur maju.

“Kebijakan ini diharapkan mampu menghasilkan talenta unggul yang sesuai dengan kebutuhan transformasi ekonomi nasional,” ujar Purbaya.