Pemerintah menempatkan hilirisasi dan riset sebagai dua pilar utama untuk memperkuat industri nasional yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Arahan investasi kini diarahkan tidak sekadar menambah nilai ekonomis sumber daya alam, tetapi juga menguatkan penguasaan teknologi, menciptakan lapangan kerja berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, menegaskan arah kebijakan hilirisasi harus membangun ekosistem industri yang berkelanjutan. Keberhasilan investasi, menurut dia, perlu dinilai dari dampaknya terhadap produktivitas nasional, transfer teknologi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan nilai tambah ekonomi.
“Oleh sebab itu kita tinggal memikirkan kolaborasi ke depannya supaya hal-hal positif yang sudah dilahirkan dari investasi dan hilirisasi ini bisa diimplementasikan ke dalam industri-industri yang ada dan bisa menghasilkan manfaat yang luar biasa ke depannya,” ujar Rosan.
Rosan mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun, tumbuh 12,7% secara tahunan (year on year/yoy). Capaian itu melampaui target pemerintah dengan realisasi sebesar 101,3% dan menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja langsung, meningkat 10,4% dibandingkan tahun sebelumnya.
Peran Riset dan Insentif Pajak
Menurut Rosan, capaian investasi perlu diikuti penguatan riset yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri agar mampu menghasilkan inovasi yang meningkatkan daya saing nasional. Riset yang sinkron dengan industri dianggap penting untuk membangun industri yang sehat dan berkelanjutan.
“Kepastian regulasi, good governance, serta kemudahan berusaha akan meningkatkan kepercayaan investor sekaligus menciptakan persaingan usaha yang adil,” tambahnya.
Pemerintah telah memberikan insentif berupa super tax deduction hingga 300% untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D), serta hingga 200% untuk kegiatan pendidikan dan pelatihan. Rosan menyatakan insentif tersebut akan optimal jika diikuti kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset untuk menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di sektor industri.
Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia
Rosan juga menunjuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian integral dari agenda hilirisasi. Program pelatihan, riset, peningkatan kompetensi, dan keselamatan kerja perlu berjalan bersama untuk mendukung perkembangan industri.
“Pembangunan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan, riset, peningkatan kompetensi, keselamatan kerja, serta terciptanya hubungan industrial yang harmonis,” kata Rosan.
Ikuti Ihram.co.id
