PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) memasang target agresif untuk 2026 dengan membidik nilai transaksi saham sebesar Rp 15,02 triliun, atau naik 25% dari realisasi 2025 yang tercatat Rp 12,01 triliun.
Perusahaan optimistis capaian itu dapat diraih melalui peningkatan aktivitas investor, perluasan basis nasabah, serta diversifikasi produk investasi yang memperkuat pendapatan berbasis komisi.
Direktur Reliance Sekuritas, Reza Priyambada, menyampaikan bahwa perusahaan tidak lagi semata-mata mengandalkan bisnis perantara perdagangan saham (equity brokerage). RELI akan memperkuat kontribusi produk investasi lain untuk menambah sumber pendapatan.
“Strategi kami pada 2026 adalah meningkatkan penetrasi dan interaksi dengan nasabah melalui webinar, one-on-one meeting, serta penguatan layanan advisory. Kami juga terus memperluas pemasaran berbagai produk investasi sehingga pertumbuhan pendapatan tidak hanya bergantung pada transaksi ekuitas,” ujar Reza usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (30/6/2026).
Perusahaan memproyeksikan jumlah nasabah tumbuh menjadi 15.350 pada 2026 dari 15.095 nasabah pada 2025. Dari sisi surat utang, nilai perdagangan obligasi ditargetkan naik sekitar 15% menjadi Rp 409,4 miliar dibandingkan realisasi Rp 356,01 miliar pada 2025.
RELI menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp 62,86 miliar pada 2026, meningkat dari Rp 58,80 miliar pada 2025. Laba tahun berjalan ditargetkan naik menjadi Rp 24,48 miliar, dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp 22,90 miliar.
Reza menekankan peningkatan kualitas layanan digital sebagai fokus utama. Perseroan menyatakan terus menyempurnakan aplikasi online trading Relitrade dan memperkuat sistem keamanan siber untuk meningkatkan kenyamanan dan kepercayaan investor.
Selain bisnis sekuritas, kontribusi anak usaha Reliance Manajer Investasi juga diharapkan semakin besar terhadap kinerja konsolidasi perusahaan.
Aset Kelolaan Dan Produk Dana
Untuk 2026, RELI menargetkan aset kelolaan (AUM) reksa dana konvensional naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 85 miliar dari Rp 40 miliar pada 2025.
Sementara AUM produk nonkonvensional—termasuk Penyertaan Dana Nasabah Individu (PDNI) dan Dana Investasi Real Estat (DIRE)—diproyeksikan melonjak menjadi Rp 780 miliar dari Rp 284 miliar pada tahun sebelumnya.
Reza menyatakan perusahaan terus mengembangkan produk dana kelolaan lainnya seperti DIRE yang menawarkan potensi imbal hasil bagi investor yang ingin berinvestasi pada sektor properti secara tidak langsung.
Kinerja Keuangan 2025
Optimisme target 2026 didukung oleh kinerja keuangan RELI sepanjang 2025 yang melampaui target internal. Pendapatan usaha tercatat Rp 58,80 miliar, naik 29,81% dibandingkan 2024 dan melampaui target internal sebesar Rp 52,36 miliar.
Laba tahun berjalan naik 7,53% menjadi Rp 22,90 miliar. Di neraca, total aset meningkat 19,33% menjadi Rp 751,47 miliar, sedangkan total ekuitas bertambah menjadi Rp 529,92 miliar.
Presiden Direktur Reliance Sekuritas, Akhabani, mengatakan capaian itu menunjukkan fundamental perusahaan tetap kuat meski industri pasar modal menghadapi tantangan ekonomi global maupun domestik.
“Kami bersyukur di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, Perseroan mampu mempertahankan pertumbuhan kinerja secara berkelanjutan. Keberhasilan ini merupakan hasil kerja sama seluruh jajaran perusahaan serta implementasi filosofi Business with PuRp ose yang terus kami pegang,” ujar Akhabani.
Pada 2025, RELI mencatat rasio profitabilitas yang terjaga: EBITDA margin 35,91%, gross profit margin 42,09%, operating profit margin 32,30%, dan net profit margin 38,95%.
Pada RUPST Tahun Buku 2025, pemegang saham menyetujui laporan keuangan, penempatan laba bersih sebagai laba ditahan untuk mendukung pengembangan usaha, serta pengangkatan kembali seluruh anggota direksi guna menjaga kesinambungan strategi bisnis perusahaan.
Ikuti Ihram.co.id
