PT RMK Energy Tbk (RMKE) menyatakan telah menyiapkan dana sebesar Rp116 miliar untuk melunasi pokok Obligasi Berkelanjutan I RMK Energy Tahap I Tahun 2025 Seri A yang jatuh tempo pada 16 Juli 2026.

Perseroan melaporkan kesiapan dana tersebut kepada Bursa Efek Indonesia sebagai pemenuhan aturan penyampaian informasi paling lambat 15 hari bursa sebelum tanggal jatuh tempo.

Direktur Utama RMK Energy, Vincent Saputra, mengatakan dana pelunasan obligasi telah tersedia dan akan disetorkan kepada PT Kustodian Sentral Efek Indonesia sesuai jadwal.

“Penyampaian kesiapan dana ini merupakan bukti nyata dari kondisi keuangan perseroan yang sehat. Kami memastikan, seluruh kewajiban kepada pemegang obligasi akan terpenuhi sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujar Vincent dalam keterangan resmi, Kamis (25/6/2026).

Alasan dan Sumber Dana

Nilai pokok obligasi yang akan dilunasi mencapai Rp116 miliar. Manajemen menyebutkan pelunasan didukung oleh arus kas operasional yang tetap kuat serta pengelolaan likuiditas yang prudent di tengah tantangan pasar sektor batu bara dan logistik sepanjang tahun ini.

Langkah ini, menurut perusahaan, merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan investor melalui disiplin pengelolaan keuangan dan struktur permodalan yang sehat.

Gambaran Usaha RMK Energy

RMKE adalah perusahaan jasa logistik batu bara terintegrasi dan perdagangan komoditas yang mengandalkan infrastruktur berbasis kereta api di Sumatera Selatan.

Perusahaan mengoperasikan jalur hauling sepanjang 38 kilometer yang menghubungkan area tambang dengan Stasiun Muat Gunung Megang, serta fasilitas bongkar di Stasiun Simpang. Batu bara kemudian diangkut menuju Pelabuhan Musi 2 Kramasan melalui jalur hauling sepanjang 8 kilometer.

Selain layanan logistik, RMKE menjalankan segmen perdagangan batu bara yang bersumber dari tambang milik sendiri melalui PT Truba Bara Banyu Enim, tambang dalam grup, serta pemasok pihak ketiga melalui skema pembelian di mulut tambang.