Saham PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat anjlok 4,22% ke posisi Rp795 pada sesi I perdagangan Jumat (26/6/2026). Penurunan terjadi meski aktivitas jual-beli saham perusahaan Grup Sinar Mas relatif tinggi — terlihat dari volume dan nilai transaksi.
Sepanjang sesi tersebut, sebanyak 533,48 juta saham DSSA berpindah tangan dengan frekuensi 21.578 kali dan nilai transaksi mencapai Rp436,5 miliar. Di tengah koreksi harga, pelaku pasar asing tercatat melakukan akuisisi.
Asing Borong Puluhan Juta Saham
Data dari Stockbit Sekuritas menunjukkan pembelian bersih (net buy) asing mencapai 43,30 juta saham dalam hal volume, atau setara sekitar Rp37,06 miliar. Pergerakan ini menunjukkan adanya permintaan dari investor asing meski harga saham berbalik turun.
Upaya Kebangkitan Usai Dikeluarkan Dari Indeks
Sebelumnya, saham DSSA sempat menguat tipis 0,65% pada perdagangan Kamis (25/6/2026) sebelum kembali melemah. Emiten ini belakangan berupaya membangkitkan sentimen pasar setelah dikeluarkan dari indeks MSCI Global Standard.
Sejumlah analis masih melihat prospek positif bagi DSSA terkait perubahan arah bisnis. Sucor Sekuritas menilai DSSA berperan sebagai konsolidator bisnis telekomunikasi dan teknologi dalam Grup Sinar Mas, serta sedang mengurangi ketergantungan pada usaha batu bara PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS).
Strategi Diversifikasi dan Proyek Energi
Dalam risetnya, Sucor menyebut rencana DSSA mengambil 35% saham PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) pada harga Rp523 per saham sebagai langkah masuk ke rantai nilai infrastruktur telekomunikasi. Selain itu, DSSA membentuk perusahaan patungan dengan First Gen untuk proyek pembangkit listrik geotermal berkapasitas 460 megawatt (MW).
Proyek geotermal tersebut diproyeksikan memiliki nilai kini bersih (net present value) US$895 juta dengan tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 11%, serta ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2020, menurut riset yang dikutip.
Proyeksi Kinerja dan Rekomendasi
Sucor memperkirakan ekspansi ke sektor telekomunikasi, teknologi, dan energi geotermal dapat meningkatkan nilai pasar yang dapat digarap DSSA dari US$33 miliar menjadi US$76 miliar. Rumah riset itu juga memproyeksikan tingkat pertumbuhan pendapatan gabungan (CAGR) sebesar 11% pada 2025–2030 menjadi US$4,7 miliar, dan laba bersih tumbuh 27% menjadi US$749 juta atau setara Rp13,3 triliun.
Berdasarkan pandangan tersebut, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi buy untuk saham DSSA dengan target harga Rp990.
Ikuti Ihram.co.id
