Pasar modal domestik menampilkan pergeseran signifikan pada pekan ini, tercermin dari pergerakan saham bank besar, dinamika harga emas perhiasan, serta antisipasi terhadap rilis MSCI yang dijadwalkan pada 23 Juni.

Berikut rangkuman lima berita paling mendapat perhatian hingga Sabtu (20/6/2026).

Saham BMRI Diserok Meski Melemah

Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tercatat melemah 3,58% ke level Rp 4.310 pada perdagangan Jumat (19/6/2026). Meski begitu, terdapat aksi akumulasi besar-besaran terhadap saham ini.

Data menunjukkan saham Bank Mandiri mencatat net buy sebesar Rp 618,7 miliar dengan harga rata-rata pembelian Rp 4.336 per saham untuk perhitungan all investor.

Investor Asing Borong BBCA

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami perubahan arus kepemilikan setelah beberapa pekan stabil. Pada periode 15-19 Juni 2026, investor asing mencatatkan net buy di saham ini.

Jumlah net buy asing yang tercatat sepanjang pekan tersebut mencapai Rp 844,2 miliar.

Pergerakan Harga Emas Perhiasan

Harga emas perhiasan pada Sabtu, 20 Juni 2026, menunjukkan pergerakan berbeda antar-penjual. Raja Emas Indonesia dan Laku Emas tercatat menurunkan harga, sementara Hartadinata Abadi (HRTA) melaporkan harga yang stabil.

Pergerakan ini dipengaruhi oleh faktor seperti permintaan industri perhiasan global, fluktuasi nilai tukar, dan kebijakan bank sentral terhadap cadangan emas.

Hartadinata Abadi Masuk Daftar Fortune Southeast Asia 500

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) mencatatkan prestasi dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 2026. Perusahaan melonjak ke posisi ke-129, naik 115 peringkat dibandingkan tahun sebelumnya di posisi ke-244.

Pencapaian itu menempatkan HRTA sebagai salah satu emiten dengan pertumbuhan cepat di kawasan Asia Tenggara menurut daftar terbaru.

Menanti Keputusan MSCI 23 Juni

MSCI baru-baru ini merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang mengevaluasi aksesibilitas pasar modal setiap negara berdasarkan 18 kriteria dalam lima kategori besar.

Namun laporan tersebut bukan keputusan akhir mengenai klasifikasi pasar Indonesia. Pengumuman final terkait peringkat pasar akan diumumkan pada 23 Juni waktu Eropa, sehingga pelaku pasar menunggu tiga skenario kemungkinan keputusan pada pekan depan.