Grup Sinar Mas melalui afiliasinya di sektor infrastruktur kabel serat optik, PT Inti Mas Bangun Sejahtera (IMBS), menguraikan rencana sinergi bisnis dengan target akuisisi, PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR).

Rencana itu dilakukan melalui pembelian saham KETR dalam mekanisme tender offer sukarela yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Keduanya bergerak di bidang infrastruktur kabel serat optik, baik laut maupun terestrial.

IMBS menilai KETR memiliki potensi sejalan dengan meningkatnya kebutuhan infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas data di Indonesia. “Rencana pembelian saham KETR diharapkan dapat menciptakan sinergi usaha, memperkuat posisi strategis grup usaha dalam ekosistem infrastruktur jaringan telekomunikasi serta mengoptimalkan peluang pengembangan usaha dan penciptaan nilai tambah grup usaha di masa mendatang,” kata IMBS dalam penjelasan resmi.

KETR menyambut rencana tersebut dengan harapan sinergi bisnis tercipta setelah IMBS resmi menjadi pengendali baru, sehingga peluang pengembangan usaha perusahaan dapat dioptimalkan. Sebelumnya, IMBS dan KETR tidak pernah menjalin kerja sama strategis dan tidak memiliki hubungan afiliasi.

Tanpa Delisting

Seiring potensi perubahan pengendali dari PT Bahtera Bintang Nusantara (BBN) ke PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), KETR menegaskan tidak berencana melakukan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Perusahaan mengatakan akan mempertahankan pencatatan sahamnya di BEI meski terjadi pergantian pengendali.

KETR melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) pada 10 November 2022 dengan melepas 426,2 juta saham pada harga pelaksanaan Rp300 per saham dan menghimpun dana Rp128 miliar.

Pergerakan saham KETR fluktuatif. Sejak awal tahun hingga saat ini, harga saham turun 510 poin atau 47,66% dari Rp1.190 menjadi Rp560 per saham. Harga penawaran tender ditetapkan sebesar Rp523 per saham.

Jadwal terkait tender offer telah ditetapkan: tanggal efektif pernyataan penawaran terbit pada 23 Juli 2026. Periode penawaran berlangsung 28 Juli hingga 26 Agustus 2026, dengan penjatahan pada 27 Agustus 2026. Pengembalian saham yang tidak dibeli dijadwalkan pada 31 Agustus 2026 pukul 15.30 WIB, dan pembayaran pada 1 September 2026.