Saham PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) tercatat mengalami transaksi di pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Jumat (26/6/2026). Nilai transaksi di pasar nego mencapai Rp 3,4 miliar dengan harga Rp 373 per saham.
Transaksi nego tersebut melibatkan 90.561 lot saham dengan frekuensi satu kali, angka yang relatif signifikan bila dibandingkan aktivitas di pasar reguler pada jam serupa.
Pergerakan Di Pasar Reguler
Di pasar reguler, saham SIDO tercatat melemah 2,14% ke posisi Rp 366 pada sekitar pukul 09.41 WIB. Hingga catatan tersebut dibuat, volume perdagangan reguler mencapai 2,27 juta saham dengan frekuensi 846 kali dan nilai transaksi sekitar Rp 847 juta.
Saham Sido Muncul menunjukkan tekanan dalam beberapa bulan terakhir; dalam tiga bulan terakhir harga saham ini turun lebih dari 28%.
Revisi Proyeksi Kiwoom Sekuritas
Kiwoom Sekuritas Indonesia merevisi estimasi kinerja Sido Muncul untuk 2026. Perkiraan pendapatan diturunkan menjadi Rp 4,14 triliun, atau tumbuh 1,5% secara tahunan, sementara proyeksi laba bersih dipangkas menjadi Rp 1,19 triliun, turun 2,6% yoy.
Ihram.co.id — “Revisi tersebut mencerminkan permintaan domestik yang masih relatif lemah dan sikap distributor yang lebih berhati-hati dalam melakukan restocking atau pengisian kembali persediaan,” ujar Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo W, dalam risetnya.
Proyeksi Kiwoom berada di bawah ekspektasi manajemen SIDO yang menargetkan penjualan stabil dan pertumbuhan laba bersih melalui inisiatif pertumbuhan dan efisiensi.
Kinerja Kuartal I-2026
Pada kuartal I-2026, Sido Muncul mencatat penurunan pendapatan sebesar 18,8% yoy dan penurunan laba bersih 36,8% yoy, realisasi yang dianggap lebih lemah dari ekspektasi.
Menurut Azis, pelemahan ini terutama dipicu oleh normalisasi persediaan distributor dan kenaikan biaya tenaga kerja. Segmen herbal dan F&B disebut mengalami tekanan, sementara segmen farmasi tumbuh 26,2% yoy.
Rekomendasi dan Risiko
Berdasarkan penilaian tersebut, Kiwoom Sekuritas mempertahankan rekomendasi hold untuk saham Sido Muncul dan menurunkan target harga menjadi Rp 420 dari sebelumnya Rp 595.
Target baru mencerminkan valuasi forward P/E 2026 sebesar 10,5 kali dan PBV 3,9 kali. Analyst juga mencatat risiko utama terkait kemungkinan penurunan daya beli masyarakat, meningkatnya persaingan, serta kenaikan biaya operasional yang dapat menekan profitabilitas.
Ikuti Ihram.co.id
