PT Sucor Sekuritas resmi ditunjuk menjadi penjamin pelaksana emisi untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham PT Niramas Utama Tbk (JELI). Penetapan itu tercantum dalam prospektus perusahaan yang dipublikasi pada Juni 2026.
Manajemen Inaco menyatakan, selain Sucor sebagai penjamin pelaksana emisi, penunjukan penjamin emisi lain akan ditentukan kemudian bila diperlukan. Keputusan menggaet Sucor mendapat perhatian karena catatan broker tersebut dalam mengawal beberapa IPO sebelumnya.
Sucor, yang dipimpin Bernardus Wijaya, tercatat mengawal sejumlah emiten yang mencatat permintaan melebihi penawaran. Contohnya, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 318,69 kali dengan perolehan dana Rp2,8 triliun. Sementara PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mencatat oversubscribe 313,15 kali dengan total permintaan mencapai Rp15 triliun terhadap target dana Rp624 miliar.
Kali ini Sucor mendampingi Inaco yang dikenal sebagai produsen jelly bermerek “Inaco”. Perusahaan akan menawarkan 350 juta saham, atau 25,93% dari total 1,35 miliar saham yang dicatatkan, dengan target dana sebesar Rp392 miliar.
Harga penawaran awal IPO dipatok pada kisaran Rp900 hingga Rp.120 per saham. Perusahaan menyatakan sebagian besar dana hasil IPO akan digunakan untuk penyertaan modal kepada anak usaha, PT Niramas Pandaan Sejahtera (PT NPS).
Dalam prospektus, manajemen menyebutkan sekitar 51,04% dana IPO dialokasikan untuk penyertaan modal ke PT NPS dalam bentuk ekuitas. Dana tersebut akan digunakan PT NPS untuk belanja modal, antara lain pembelian, pelunasan, dan instalasi mesin produksi serta peralatan untuk meningkatkan kapasitas produksi gummy candy dan produk jelly.
Sebanyak 18,36% dari dana akan diprioritaskan sebagai belanja modal (capital expenditure/capex) membeli mesin produksi, peralatan, dan perlengkapan untuk memperbesar kapasitas penyimpanan gudang serta mempercepat proses logistik. Manajemen menyebut penggunaan ini sebagai “penggunaan dana level I.”
Sekitar 10,63% dana hasil IPO akan digunakan untuk membayar sebagian pokok utang jangka pendek kredit modal kerja (KMK) 1 dan KMK 2 kepada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Pembayaran sebesar Rp40 miliar tersebut berasal dari total pokok pinjaman Rp94 miliar per 31 Maret 2026, sehingga sisa kewajiban perseroan menjadi Rp54 miliar.
Sisa dana sekitar 19,97% dialokasikan sebagai modal kerja untuk kebutuhan operasional, termasuk pembelian bahan baku, pembayaran biaya operasional, dan kegiatan pemasaran guna mendukung peningkatan aktivitas operasional dan pertumbuhan usaha.
Manajemen juga menyampaikan pembelian bahan baku akan disesuaikan dengan kebutuhan aktual perusahaan dan dilakukan bertahap melalui mekanisme purchase order (PO) yang akan mulai dibuat pada kuartal III-2026.
Jika dana hasil IPO belum terserap sepenuhnya, perseroan akan menempatkan dana sementara dengan memperhatikan aspek keamanan, likuiditas, dan memberikan keuntungan finansial yang wajar serta sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jadwal IPO Inaco
Manajemen JELI menetapkan jadwal sebagai berikut: masa penawaran awal 15-22 Juni 2026; tanggal efektif pernyataan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 29 Juni 2026; masa penawaran umum 1-3 Juli 2026; tanggal penjatahan 3 Juli 2026; distribusi saham elektronik pada 6 Juli 2026; dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 7 Juli 2026.
Perseroan menilai industri makanan dan minuman, khususnya segmen makanan penutup (dessert), memiliki fundamental kuat dan prospek pertumbuhan berkelanjutan di Indonesia. “Prospek tersebut terutama didorong oleh faktor demografi dan konsumsi domestik yang terus meningkat,” tulis manajemen dalam prospektus.
Ikuti Ihram.co.id
