Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan masih dipengaruhi aksi jual investor asing. Pada periode 8–12 Juni 2026, investor asing mencatat net sell sebesar Rp 5,98 triliun.
Direktur Retail Markets & Technology BNI Sekuritas, Teddy Wishadi, menegaskan bahwa data foreign flow hanya mencatat arus dana asing masuk dan keluar, sehingga tidak bisa dijadikan satu-satunya acuan dalam pengambilan keputusan investasi.
Jangan Salah Tafsir
“Foreign flow menunjukkan arus dana investor asing yang masuk, keluar, atau melakukan penyesuaian posisi. Namun, data ini bukan sinyal untuk langsung membeli atau menjual saham,” kata Teddy dalam keterangan, Senin (29/6/2026).
Teddy menjelaskan terdapat dua istilah utama: net buy—nilai pembelian asing lebih besar dari penjualan—dan net sell—asing lebih banyak melepas saham. Net buy dapat menjadi salah satu faktor pendukung penguatan pasar jika sejalan dengan kenaikan harga dan volume transaksi, sementara net sell bisa mencerminkan pengurangan risiko tetapi tidak otomatis berarti pasar melemah.
Ia menambahkan bahwa pergerakan IHSG tidak selalu sejalan dengan foreign flow. Dalam beberapa periode pada awal hingga pertengahan 2026, meski terjadi net sell asing termasuk angka Rp 5,98 triliun pada 8–12 Juni, IHSG tetap bertahan atau bergerak sideways berkat partisipasi investor domestik serta sentimen ekonomi dan sektoral.
Teddy menyarankan investor, khususnya pemula, untuk mengombinasikan data foreign flow dengan indikator lain seperti kondisi fundamental emiten, sentimen ekonomi, dan pergerakan sektor usaha sebelum mengambil keputusan investasi.
Untuk membantu pemantauan, beberapa platform investasi menyediakan ringkasan data foreign flow. Salah satunya adalah fitur Foreign Summary pada aplikasi BIONS by BNI Sekuritas yang menampilkan informasi Foreign Buy, Foreign Sell, Net Buy, dan Net Sell dalam satu tampilan.
Ikuti Ihram.co.id
