Toco menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem digital bagi pelaku usaha Indonesia melalui partisipasinya di Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC 2026). Perusahaan menyatakan fokusnya bukan sekadar transaksi, melainkan membangun infrastruktur yang mendukung pertumbuhan merchant.

Hadir pada konferensi yang digelar 4–5 Juni 2026 di Nusantara Hall, ICE BSD City, Tangerang, Toco memanfaatkan momentum untuk berdialog dengan pelaku usaha dari berbagai sektor, mengenali tantangan di lapangan, dan menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pasar.

Visi dan Model Bisnis

Founder Toco, Arnold Sebastian Egg, mengatakan marketplace yang dibangunnya menawarkan alternatif bagi penjual agar tidak bergantung pada iklan berbayar di platform lain.

“Marketplace Toco hadir dengan visi untuk menyelamatkan margin keuntungan para pedagang digital,”

Menurut Arnold, Toco menyediakan infrastruktur tanpa potongan administrasi (0% admin) sehingga penjual dapat mengelola data pelanggan, berkomunikasi langsung, dan mengoptimalkan pembelian berulang melalui ekosistem komunitas seperti WhatsApp.

Pemaparan di Sesi Konferensi

Pada sesi bertajuk “How Toco is Rebuilding Repeat & Retain for Brand Seller 2026”, Arnold memaparkan pendekatan perusahaan yang berfokus menyelesaikan persoalan nyata merchant. Penjelasan menekankan upaya Toco dalam membantu brand dan seller tidak hanya memperoleh pelanggan baru (acquisition), tetapi juga mendorong repeat purchase dan retention.

Toco diluncurkan pada pertengahan Agustus 2024 dengan model bisnis yang menempatkan keberpihakan kepada seller, khususnya UMKM dan brand, melalui kebijakan Gerakan 0% Potongan atau bebas biaya admin seumur hidup. Perusahaan menyatakan tujuan utamanya menjadikan e-commerce sebagai infrastruktur efisien untuk mempercepat transaksi dan meningkatkan keuntungan pelaku usaha.

Dukungan Untuk Berbagai Kategori Produk

Dalam sesi tanya jawab, seorang peserta dari usaha ikan hias menanyakan kemampuan Toco mengakomodasi kategori yang memerlukan pengiriman khusus. Arnold menyatakan bahwa Toco terbuka menerima berbagai kategori produk, termasuk hewan peliharaan dan ikan hias.

“Untuk kategori seperti ornamental fish tentu kami terbuka. Yang perlu diperhatikan adalah aspek logistik, yakni layanan pengiriman yang paling tepat untuk produk tersebut,”

Ia menambahkan bahwa Toco menjalin hubungan dengan mitra logistik sehingga kebutuhan merchant dapat dibahas dan dikembangkan bersama. Arnold juga menyebutkan ketertarikannya untuk meninjau langsung toko peserta guna memahami kebutuhan secara lebih mendalam.

Alasan Kebijakan 0% Potongan

Soal keberanian menerapkan biaya transaksi 0%, Arnold menjelaskan kebijakan itu berdasar rancangan model bisnis yang mempertimbangkan struktur biaya di industri teknologi dan pembayaran digital.

“Saya memahami dengan sangat detail bagaimana struktur biaya di industri teknologi dan pembayaran digital. Karena itu kami bisa melihat dengan jelas di mana efisiensi dapat dilakukan dan bagaimana membangun model bisnis yang tetap berjalan sehat,”

Menurutnya, dukungan mitra strategis di bidang logistik dan pembayaran membantu menekan komponen biaya operasional, termasuk proses pencairan dana kepada penjual, sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan merchant. Arnold juga mengatakan efisiensi diterapkan dalam pengembangan teknologi internal perusahaan untuk menjaga keberlanjutan layanan.