PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR) memasang target pendapatan sebesar Rp 1,01 triliun pada 2026, atau naik sekitar 35% dari realisasi 2025 yang tercatat Rp 750 miliar. Perusahaan menegaskan target itu akan dicapai lewat optimalisasi kapasitas jaringan kabel laut dan kabel darat serta monetisasi proyek strategis.
Strategi pengelolaan aset dan pengembangan proyek diklaim menjadi pendorong pertumbuhan, termasuk pemanfaatan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Rising 8 dan rencana pembangunan SKKL Median Ring Indonesia (Merindo).
Kinerja 2025
Sepanjang 2025, Triasmitra membukukan pendapatan Rp 750 miliar, naik 35% dibandingkan 2024. Laba usaha tercatat Rp 263 miliar atau meningkat 39% secara tahunan, sementara laba bersih mencapai Rp 138 miliar, naik 63% dari tahun sebelumnya.
Direktur Keuangan Triasmitra Vidcy Octory menyatakan pendapatan tahun lalu terutama didorong oleh penjualan jaringan telekomunikasi. Rinciannya, Rp 541 miliar berasal dari penjualan jaringan ke operator telekomunikasi, Rp 187 miliar dari jasa pemeliharaan jaringan yang bersifat recurring, dan sekitar Rp 22 miliar dari pekerjaan kontraktor.
“Pendapatan pada tahun lalu kita naik sekitar 35%, dari Rp 556 miliar sampai Rp 750 miliar,” kata Vidcy.
Transformasi Bisnis
Direktur Utama Titus Dondi Patria mengatakan langkah perusahaan menegaskan transformasi dari pembangunan jaringan menjadi pengembang infrastruktur digital yang menciptakan aset strategis dengan pendapatan berulang.
“Keberhasilan penyelesaian SKKL Rising 8 merupakan bukti kapabilitas Perseroan dalam mengembangkan dan mengoperasikan infrastruktur kabel laut berteknologi tinggi secara mandiri,” ujar Titus dalam Public Expose 2026 di Jakarta, Kamis (18/6/2026).
SKKL Rising 8
Pada Mei 2026, Triasmitra menyelesaikan penggelaran SKKL Rising 8 segmen Jakarta–Batam menggunakan kapal penggelar kabel milik perusahaan, CLV Bentang Bahari. Jaringan sepanjang 1.054 kilometer itu terdiri atas 11 repeater dan dilengkapi 16 fiber pair dengan kapasitas desain hingga 400 Tbps.
Sebelum proyek selesai, perusahaan telah memperoleh komitmen dari lima pelanggan, yang menurut Titus mencerminkan tingginya kebutuhan pasar terhadap kapasitas jaringan berkualitas tinggi.
CLV Bentang Bahari akan digunakan untuk Post Laid Inspection & Burial (PLIB) pada SKKL Rising 8 Jakarta–Batam dan diproyeksikan mendukung penggelaran SKKL Merindo pada 2027. Selain pemakaian internal, kapal tersebut juga mendapat peluang pekerjaan eksternal untuk penggelaran dan restorasi kabel laut di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Tingginya minat pasar tersebut mencerminkan kebutuhan yang terus meningkat terhadap layanan penggelaran dan pemeliharaan kabel laut, sekaligus memperkuat prospek utilisasi aset strategis Perseroan di masa mendatang,” kata Titus.
Rencana SKKL Merindo
Proyek SKKL Median Ring Indonesia (Merindo) direncanakan awalnya sepanjang sekitar 2.360 kilometer dengan teknologi repeatered submarine cable dan 16 fiber pair, yang disebut mampu menyediakan kapasitas hingga 24 Tbps per fiber pair.
Tahap pertama Merindo akan menghubungkan Banyuurip–Mataram–Makassar–Labuan Bajo serta Amlapura–Mataram. Tahap kedua direncanakan menghubungkan Amlapura–Kawinda Nae–Labuan Bajo. Penggelaran ditargetkan mulai pada kuartal III-2027 dengan target Ready For Service (RFS) awal 2028.
Hingga saat ini perusahaan menyatakan telah menyelesaikan identifikasi lokasi pendaratan kabel, memperoleh rekomendasi awal dari regulator, mempersiapkan marine survey, serta menjalankan proses seleksi vendor utama sistem kabel dan repeater. Triasmitra juga menjalin komunikasi dengan calon pelanggan strategis untuk memperoleh komitmen komersial awal sebelum konstruksi.
“Kami berharap dengan dibangunnya SKKL Merindo nanti, keadilan dan pemerataan koneksi digital di seluruh wilayah Indonesia semakin terwujud,” ujar Titus.
Prospek Pendapatan 2026
Perusahaan memperkirakan peningkatan pendapatan 2026 akan berasal dari penjualan kapasitas jaringan yang telah beroperasi serta monetisasi proyek strategis yang tengah dikembangkan. Pendekatan ini diharapkan mendorong pertumbuhan pendapatan berulang dan memaksimalkan utilisasi aset yang dimiliki.
Ikuti Ihram.co.id
