Massa yang terdiri dari buruh dan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS) di Jakarta Pusat pada Selasa (6/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk tuntutan agar Amerika Serikat membebaskan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Pantauan di lokasi menunjukkan massa dari Aliansi Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jakarta tiba lebih dulu di depan Kedubes AS, disusul oleh kelompok lainnya. Para orator secara bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando, sementara massa aksi lainnya membentangkan spanduk dan poster sebagai bentuk dukungan terhadap Venezuela.
Tuntutan utama massa adalah pembebasan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan penghentian serangan militer AS ke Venezuela. Salah satu orator dari HMI, Ali Loilatu, menyatakan pandangannya mengenai tindakan tersebut.
“Kami beranggapan bahwa salah satu tindakan yang kemudian dilakukan oleh Presiden Donald Trump ini adalah juga termasuk mencederai hukum internasional sekaligus membungkam seluruh hak asasi manusia yang ada di Venezuela. Ini perilaku yang kemudian sangat disayangkan ketika Presiden Donald Trump melakukan salah satu agresi militer terhadap negara Venezuela,” ujar Ali Loilatu.
Advertisement
Lebih lanjut, massa aksi berharap Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dapat menyampaikan keprihatinan dan mendesak Amerika Serikat untuk membebaskan Maduro.
“Kami berharap Presiden Republik Indonesia kemudian mengangkat statement juga sehingga mengambil sikap untuk peperangan ini kemudian diberhentikan dan mengembalikan Presiden Venezuela,” tambah Ali.






