PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) resmi mengakuisisi 191.250 saham atau 99,99% kepemilikan PT Bermuda Inovasi Logistik (BIL) dari PT Bermuda Nusantara Logistik (BNL). Nilai transaksi tercatat sebesar Rp215 miliar.
Manajemen WBSA menyatakan telah menandatangani perjanjian jual-beli saham dengan BNL. Proses ini merupakan bagian dari upaya perusahaan memperluas layanan di sektor angkutan laut dan mengintegrasikan kapabilitas pelayaran ke dalam grup usaha.
Afiliansi Pemegang Saham
BNL sebagai pihak penjual memiliki ultimate beneficial owner (UBO) yang sama dengan WBSA, yakni Andree dan Edwin Wibowo, yang masing-masing memegang 50% saham BNL. Saat ini Andree menjabat Komisaris Utama WBSA sekaligus Direktur BNL, sedangkan Edwin adalah Direktur Utama WBSA sekaligus Komisaris BNL.
Karena keterkaitan kepemilikan tersebut, transaksi dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai ketentuan pasar modal. Setelah akuisisi, pengendalian atas WBSA dan BIL akan berada di bawah Tiga Beruang Kalifornia Pte. Ltd (TBK).
Rencana RUPSLB
Mengingat nilai transaksi melebihi 50% dan termasuk kategori material, WBSA menjadwalkan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk para pemegang saham independen pada Jumat, 19 Juni 2026, guna meminta persetujuan atas rencana akuisisi tersebut.
Sumber Dana Akuisisi
Manajemen menjelaskan pembiayaan akuisisi berasal dari dana hasil penawaran umum perdana (IPO) yang telah diungkap dalam prospektus IPO pada 2 April 2026. Akuisisi ini merupakan tindak lanjut dari rencana pengembangan yang disampaikan saat IPO.
Alasan Strategis
WBSA menyatakan akuisisi BIL dilandasi pertimbangan strategis untuk memperkuat posisi sebagai penyedia layanan logistik multimoda terintegrasi. Langkah ini diharapkan menambah cakupan industri dan wilayah operasi, mendiversifikasi basis pelanggan, serta meratakan kontribusi industri.
“Dengan adanya pengambilalihan BIL, perseroan akan memperoleh kepemilikan pengendali atas BMI sebagai entitas operasional di bidang pelayaran dan mengintegrasikan kapabilitas angkutan laut yang telah beroperasi tersebut ke dalam kelompok usaha perseroan,” ujar manajemen WBSA.
Manajemen menambahkan integrasi kapabilitas laut dengan jaringan angkutan darat dan fasilitas pergudangan yang dimiliki diharapkan menciptakan sinergi operasional dan komersial, memperbesar skala usaha, serta meningkatkan daya saing di segmen logistik B2B.
Proyeksi Dampak Keuangan
WBSA memproyeksikan pendapatan konsolidasi naik menjadi Rp3,155 triliun setelah akuisisi, dibandingkan Rp2,13 triliun pada 2025. Di sisi laba, proyeksi menunjukkan penurunan menjadi Rp40,74 miliar setelah akuisisi dari laba Rp45,31 miliar pada 2025, dipengaruhi oleh kerugian BIL sebesar Rp4,57 miliar.
Total aset diperkirakan meningkat menjadi Rp1,68 triliun pasca-akuisisi, dari Rp1,02 triliun pada 2025. Manajemen berharap konsolidasi kinerja BMI ke laporan keuangan WBSA dan sinergi operasional dapat meningkatkan pendapatan dan laba bersih konsolidasian serta memperkuat arus kas operasional jangka panjang.
“Peningkatan dan diversifikasi kinerja keuangan tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kapasitas WBSA dalam menghasilkan arus kas operasional yang lebih stabil, mendukung kemampuan perseroan dalam membagikan dividen serta mendorong peningkatan nilai perusahaan secara berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” pungkas manajemen WBSA.
Ikuti Ihram.co.id
