Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar perundingan di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026) waktu setempat, menyusul bentrokan sengit antara kedua negara sepanjang akhir pekan lalu.

Informasi mengenai pertemuan ini disampaikan oleh Presiden AS melalui unggahan di akun media sosialnya pada Senin (29/6/2026), yang berbunyi: “IRAN TELAH MEMINTA PERTEMUAN. PERTEMUAN TERSEBUT AKAN BERLANGSUNG BESOK DI DOHA!”

Sampai saat ini, pihak Iran belum mengeluarkan tanggapan resmi atas pengumuman tersebut. Kementerian Luar Negeri Iran belum memberikan respons terkait klaim dari Washington.

Gedung Putih mengonfirmasi pemerintah AS akan mengutus utusan khusus, Steve Witkoff dan Jared Kushner, untuk menghadiri pembicaraan di Qatar. Pemerintah juga menegaskan komitmen terhadap gencatan senjata sembari tetap menyiapkan opsi militer jika provokasi berlanjut.

“Sejauh ini, kami berkomitmen pada kesepakatan gencatan senjata. Namun, kekerasan akan dibalas dengan kekerasan,” ujar juru bicara Gedung Putih.

Ketegangan Di Selat Hormuz

Konflik yang memicu eskalasi ini bermula sejak 28 Februari 2026 dan memanas menjelang akhir pekan lalu, ketika militer AS melancarkan serangan udara ke sejumlah target Iran. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas tindakan yang dianggap mengganggu jalur pelayaran komersial.

Salah satu titik panas adalah Selat Hormuz, jalur sempit antara Oman dan Iran yang menjadi jalur logistik energi penting bagi dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global mengalir melalui Selat Hormuz, sehingga gangguan keamanan di kawasan ini berdampak pada stabilitas pasokan dan pasar energi global.

Pejabat AS menyebut kedua pihak kini sepakat meredakan ketegangan untuk memberi ruang bagi kapal dagang internasional. Perundingan teknis terkait rincian nota kesepahaman tetap akan dilanjutkan, sementara kapal-kapal komersial dilaporkan sudah dapat melintas kembali secara aman.

Diplomasi di Doha dimaksudkan untuk membahas nota kesepahaman (MoU) dan langkah-langkah yang dapat memperkuat gencatan senjata serta menjamin keselamatan jalur pelayaran strategis tersebut.