Korban jiwa akibat agresi militer di Jalur Gaza terus bertambah. Data medis setempat mencatat hingga kini total korban tewas mencapai 73.058 orang, sementara 173.488 warga dilaporkan luka-luka sejak konflik memuncak pada 7 Oktober 2023.
Dalam 24 jam terakhir, rumah sakit di Gaza kembali menerima jenazah dan pasien luka akibat serangan susulan. Pada Senin (29/6/2026) tercatat empat jenazah baru serta delapan warga yang dirawat karena luka-luka.
Perhitungan Sejak Berakhirnya Gencatan Senjata
Jika dihitung sejak berakhirnya gencatan senjata pada 11 Oktober 2025, eskalasi kekerasan telah menambah 1.045 korban tewas. Pada periode yang sama, korban luka dilaporkan naik menjadi 3.380 orang, dan sebanyak 786 jasad baru berhasil dievakuasi dari berbagai lokasi.
Kondisi Lapangan dan Hambatan Penyelamatan
Tim medis melaporkan kondisi di lapangan makin memprihatinkan. Ribuan korban diduga masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan atau tergeletak di pinggir jalan, sementara upaya penyelamatan berjalan sangat lambat.
Kesulitan akses menjadi kendala utama. Tim ambulans dan kru penyelamat menghadapi blokade serta ancaman serangan yang masih berlangsung, sehingga proses evakuasi dan perawatan terganggu.
Dampak Blokade dan Eskalasi Sejak 7 Oktober 2023
Krisis kemanusiaan di Jalur Gaza bermula dari eskalasi masif pada 7 Oktober 2023. Sejak itu, wilayah tersebut terus mengalami serangan udara dan operasi darat.
Blokade total yang diterapkan tidak hanya melumpuhkan infrastruktur perkotaan, tetapi juga memicu krisis pangan, air bersih, dan fasilitas medis. Meski sempat terjadi gencatan senjata singkat pada Oktober 2025, upaya diplomasi untuk mencapai perdamaian permanen belum terealisasi, sehingga korban sipil—termasuk anak-anak dan perempuan—terus berjatuhan setiap hari.
Ikuti Ihram.co.id
