PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) tengah menjadi incaran perusahaan makanan dan minuman olahan berskala global menjelang rapat umum pemegang saham (RUPS). Ketertarikan itu muncul bersamaan dengan rencana agresif perseroan membangun pabrik pengawetan dan sterilisasi makanan berteknologi tinggi di Malang, Jawa Timur.
Manajemen BAIK memproyeksikan pabrik baru ini akan memperkuat kapasitas produksi dan membuka peluang ekspor dalam skala besar. “Langkah hilirisasi supply chain horeka ini diproyeksikan mendongkrak kapasitas produksi perseroan hingga tiga kali lipat sekaligus membuka peluang penetrasi ekspor fantastis senilai Rp500 miliar dalam kurun waktu 2 hingga 3 tahun ke depan,” ujar Sugeng Prayitno, pengamat pasar modal.
Alasan Dilirik Investor Global
Sugeng menyebut beberapa faktor yang membuat BAIK menarik bagi calon investor strategis. Di antaranya, portofolio produk yang meliputi makanan beku (frozen food) dan produk siap saji (ready to eat), serta jaringan distribusi yang sudah menjangkau pasar berkembang seperti Indonesia.
Rantai pasok BAIK dinilai terintegrasi secara vertikal, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi langsung ke outlet. Kondisi itu dianggap sebagai aset premium yang memungkinkan investor menguasai ceruk pasar lokal tanpa perlu membangun infrastruktur logistik dari awal.
Ekosistem Ritel dan Mitra
Nilai strategis perseroan juga tercermin dari ekosistem ritel yang menopang operasional 90 hingga 120 outlet di bawah 12 hingga 15 merek utama. “Jaringan ini tidak hanya mencakup legacy brand seperti Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose, melainkan juga puluhan merek viral berbasis komunitas yang berkolaborasi dengan public figure papan atas, seperti Warung Taburai (Praz Teguh), Lamak Rasa (Atta & Aurel), serta Dadar Beredar,” kata Sugeng.
Dengan volume pelayanan mencapai 2 juta pelanggan per bulan serta lebih dari 100 UMKM mitra binaan, ekosistem BAIK berjalan dari hulu hingga hilir secara mandiri. Digitalisasi sistem pemesanan nasional disebut mampu memangkas biaya operasional logistik secara signifikan.
Pabrik Sterilisasi Sebagai Katalis Ekspor
Sugeng menilai pabrik sterilisasi berteknologi tinggi menjadi pemicu utama minat perusahaan global terhadap BAIK. Menurutnya, teknologi itu memungkinkan produk bertahan lebih lama tanpa mengubah cita rasa.
“Melalui teknologi tersebut, masa kedaluwarsa (shelf life) produk pangan olahan perseroan mampu bertahan selama 12-18 bulan dengan standar internasional (HACCP, ISO 22000, dan Halal) tanpa mengubah kualitas rasa,” jelas Sugeng.
Ia menambahkan, kombinasi lini produksi modern siap ekspor dan jaringan distribusi yang kuat dinilai analis sebagai paduan strategis untuk mempercepat penetrasi ke pasar seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, dan kawasan ASEAN lainnya. Integrasi tersebut disebut berpotensi meningkatkan nilai kapitalisasi pasar perseroan.
Ikuti Ihram.co.id
