Investor asing kembali melanjutkan aksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Senin (29/6/2026). Tekanan jual ini mendorong akumulasi net sell asing sepanjang tahun menjadi lebih besar.

Berdasarkan data BEI, net sell asing pada seluruh pasar hari ini tercatat sebesar Rp 881,59 miliar, sehingga total net sell asing year-to-date mencapai Rp 72,5 triliun.

BBCA Jadi Kontributor Net Sell Terbesar

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling banyak dilepas oleh investor asing di pasar reguler dengan net sell mencapai Rp 423,6 miliar. Posisi kedua ditempati PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dengan net sell sebesar Rp 97,8 miliar.

Sebaliknya, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat sebagai saham dengan pembelian bersih (net buy) asing terbesar hari ini senilai Rp 55,8 miliar.

IHSG Turun, Transaksi dan Pergerakan Sektor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 75,3 poin atau 1,28% ke level 5.820,7. Jumlah saham yang naik sebanyak 228, turun 467, dan stagnan 264. Total nilai transaksi mencapai Rp 8,7 triliun.

Hanya satu sektor yang menguat pada penutupan pasar, yakni sektor properti yang naik 0,7%. Sementara sektor-sektor lain mengalami koreksi, antara lain infrastruktur turun 1,5%, barang baku 1,4%, keuangan 1,1%, transportasi 0,9%, barang konsumen primer 0,8%, barang konsumen non-primer 0,7%, energi 0,4%, kesehatan 0,37%, teknologi 0,35%, dan perindustrian 0,31%.

Faktor Pendorong Pelemahan

Pilarmas Investindo Sekuritas menyatakan pelemahan IHSG awal pekan dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global dan sikap wait and see investor terhadap perkembangan dalam negeri.

Ketidakpastian global muncul setelah eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu respons militer dan ancaman tindakan lebih keras dari Presiden AS Donald Trump. Di dalam negeri, investor menurut Pilarmas masih mencermati arah kebijakan pemerintah, transparansi pasar modal, serta fluktuasi aliran dana asing.

Pelaku pasar juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting pada pekan ini, termasuk angka inflasi dan neraca perdagangan Indonesia.