Jakarta — Pemerintah dan dunia usaha didorong mempercepat adopsi praktik bisnis berkelanjutan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pernyataan itu disampaikan Kepala Sekretariat Nasional SDGs sekaligus Deputi Bidang Pembangunan Berkelanjutan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali saat Site Visit Asia B Corp Summit 2026 di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Forum bertajuk “From Purpose to Impact: Advancing B Corp for Indonesia’s Sustainable Future” dengan tema “Multi-Stakeholder Dialogue: Driving Business as a Force for Good” mengumpulkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan organisasi untuk memperkuat peran bisnis dalam pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.
Empat Prinsip Dasar Implementasi SDGs
Pungkas menjelaskan implementasi SDGs mengacu pada empat prinsip utama: sifat universal, integrasi antar tujuan, prinsip No One Left Behind, dan kolaborasi yang kuat. Ia menekankan pencapaian satu tujuan tidak boleh menghambat tujuan lain, melainkan harus saling mendukung agar manfaat pembangunan dinikmati secara menyeluruh.
“Keberhasilan SDGs tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak inisiatif yang kita jalankan, tetapi oleh seberapa kuat kita mengubah cara pembangunan bekerja,” ujar Pungkas dalam keterangan tertulis pada Senin (29/6/2026).
Peran Multi-Pihak Untuk Mewujudkan SDGs
Pungkas menegaskan SDGs akan mencapai targetnya jika pemerintah, dunia usaha, filantropi, akademisi, masyarakat sipil, dan media bergerak bersama. Tujuannya menciptakan nilai ekonomi sekaligus memperkuat kualitas hidup, lingkungan, dan tata kelola.
“Forum ini diharapkan dapat memperkuat komitmen kita untuk menjadikan bisnis sebagai kekuatan kebaikan, B Corp sebagai inspirasi perubahan, dan SDGs sebagai bahasa bersama untuk membangun Indonesia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan bermartabat menuju Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Dorongan Dunia Usaha
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta W. Kamdani mengatakan praktik bisnis berkelanjutan kini menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing nasional. Menurutnya, keberlanjutan telah bertransformasi dari komitmen menjadi bagian strategi bisnis yang menentukan posisi perusahaan di pasar.
“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting untuk mempercepat adopsi praktik bisnis yang bertanggung jawab sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Shinta.
Pengalaman Perusahaan B Corp
Forum yang diselenggarakan bersama beberapa mitra itu menghadirkan para pemimpin global dari gerakan B Lab dan dihadiri perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Perindustrian, Apindo, akademisi, serta pelaku usaha.
Danone Indonesia, sebagai perusahaan yang telah memperoleh sertifikasi B Corp di seluruh lini bisnisnya, menyatakan sertifikasi itu bukan tujuan akhir melainkan komitmen berkelanjutan. CEO Danone Indonesia Laurent Boissier menyebut menjadi B Corp berarti memastikan setiap keputusan bisnis membawa manfaat bagi perusahaan, masyarakat, dan lingkungan.
Melalui inisiatif Danone Impact Journey, perusahaan menyatakan mengintegrasikan keberlanjutan ke seluruh rantai nilai—mulai produk bernutrisi, pengelolaan sumber daya air, pengelolaan kemasan pascakonsumsi, hingga pemberdayaan petani dan komunitas lokal.
Danone Indonesia tercatat sebagai perusahaan FMCG pertama yang memperoleh sertifikasi B Corp sejak 2018, dengan B Impact Score sebesar 98,6—melebihi ambang batas sertifikasi 80 poin. Perusahaan menyatakan akan terus meningkatkan standar keberlanjutannya dari waktu ke waktu.
Ikuti Ihram.co.id
