PADANG, Sumatera Barat – Hujan deras yang mengguyur Kota Padang sejak Jumat (2/1/2026) pagi memicu banjir bandang di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah. Ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter lebih, memaksa ratusan warga untuk segera dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.
Proses Evakuasi Warga
Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, menyatakan bahwa evakuasi difokuskan pada warga yang terjebak banjir. “Evakuasi dilakukan terhadap warga yang terjebak oleh banjir, mereka dibawa ke tempat yang aman,” kata Hendri Zulviton dilansir Antara, Jumat (2/1/2026). Proses evakuasi ini berlangsung intensif di beberapa titik terdampak, termasuk Jalan DPR Gang Babussalam dan kawasan Parak Jambu, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam. Hingga Jumat malam pukul 18.30 WIB, upaya penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim gabungan mengingat curah hujan yang belum mereda.
Tim gabungan yang terlibat dalam operasi evakuasi terdiri dari personel BPBD, TNI, Komunitas Siaga Bencana (KSB), Tim Remaja Masjid Al Hijrah, serta relawan lainnya. Ratusan warga yang berhasil dievakuasi meliputi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan perempuan. Mereka dipindahkan dari rumah masing-masing ke tempat pengungsian sementara, seperti masjid, atau memilih untuk mengungsi secara mandiri ke kerabat.
Ketinggian Air Capai Satu Meter Lebih
Pembina Ikatan Remaja Masjid Al Hijrah, Hasanudin, menceritakan bahwa genangan air mulai naik di kawasan Parak Jambu sejak Jumat siang. “Air langsung menggenangi jalan serta rumah-rumah warga, sehingga kami membantu evakuasi menggunakan perahu karet agar tidak ada warga terancam keselamatannya,” terangnya.
Hasanudin, yang juga merupakan anggota Dubalang Pemerintah Kota Padang, mengonfirmasi ketinggian air di lokasi terdampak. “Air menggenangi rumah warga dengan ketinggian mencapai satu meter, sedangkan di jalan ketinggiannya lebih dari itu,” jelasnya. Banjir ini dilaporkan merendam empat RT di Rukun Warga (RW) 09, kawasan Parak Jambu.
Sebanyak 28 pelajar dari Ikatan Remaja Masjid Al Hijrah turut ambil bagian dalam membantu evakuasi. Meskipun demikian, sebagian warga dilaporkan memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka, berharap air segera surut. “Kami masih bertahan di lokasi hingga malam ini, jika nanti ada warga yang minta pertolongan untuk dievakuasi maka akan kami bantu,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Hingga Jumat malam sekitar pukul 19.40 WIB, hujan masih mengguyur Kota Padang dengan intensitas sedang hingga lebat. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.






