Sabtu 10 Jun 2023 23:48 WIB

Sebagian Besar dari 37.309 Jamaah Haji yang Tiba di Makkah Masuk Kategori Risti

Para jamaah haji Indonesia diimbau memperbanyak air minum

Red: Nashih Nashrullah
Petugas kesehatan sedang menyuapi jamaah haji lansia yang sedang berobat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (7/6/2023) Fuji E Permana
Foto: Republika/Fuji E Permana
Petugas kesehatan sedang menyuapi jamaah haji lansia yang sedang berobat di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Rabu (7/6/2023) Fuji E Permana

Oleh : Fuji E Permana. reporter Republika.co.id dari Makkah Arab Saudi

IHRAM.CO.ID, MAKKAH – Sebanyak 37.309 jamaah haji yang datang ke Makkah dari Madinah termasuk dalam kategori sebagai jamaah haji berisiko tinggi (risti). Sebagian besar di antara mereka menderita infeksi saluran pernafasan akut (ISPA).

Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Makkah, Andi Ardjuna Sakti mengatakan, data 37.309 jamaah haji risti yang datang ke Makkah didapat setelah 96 kloter berpindah dari Madinah ke Makkah dalam tujuh hari pertama. Umumnya jamaah haji risti memiliki komorbid yang menjadi pemicu penyakitnya kambuh dan menjadi parah akibat cuaca panas.

Baca Juga

Menurutnya, dalam sepekan pertama pergeseran jamaah haji dari Madinah ke Makkah pada 1 Juni - 7 Juni 2023, sudah ada 1.919 jamaah yang memeriksakan diri ke  Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI). Selain itu, dideteksi juga 145 kasus kesehatan ditemukan di sektor dan sebanyak 13 kasus dirujuk ke rumah sakit.

"Pencegahan yang paling mudah (agar tidak mudah sakit) minum air tanpa menunggu haus," kata Ardjuna di Makkah, Jumat (9/6/2023).

Ardjuna mengatakan, KKHI mencoba mencari faktor penyebab banyaknya jamaah haji yang sakit. Menurutnya, ada kemungkinan jamaah haji kecapekan setelah menempuh perjalanan dari Madinah ke Makkah yang memakan waktu kurang lebih 4-5 jam.

Setelah jamaah haji sampai hotel di Makkah, jamaah haji ada yang langsung diminta untuk umroh wajib. Ada juga yang istirahat satu sampai dua jam saja."Mengingat usia yang lansia, (jamaah haji lansia) butuh istirahat lebih," ujar Ardjuna.

Baca juga: Masuk Islam, Zilla Fatu Putra Umaga Pegulat WWE Ini Beberkan Alasannya yang Mengejutkan

Sebelumnya, Kepala Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, dr Edi Supriyatna mengatakan bahwa jamaah haji lansia perlu didampingi. Di dalam kloter diterapkan strategi body system, artinya dalam satu kamar yang terdapat jamaah haji lansia didampingi oleh jamaah haji yang tidak lansia. Jadi sesama jamaah haji saling membantu.

"Kalau ingin melakukan aktivitas ibadah, itu (jamaah haji lansia) betul-betul didampingi, kalau perlu didampingi dalam melakukan ibadah gunakan kursi roda dan lain-lain dan terus didampingi sampai selesai ibadahnya," ujar Edi.

Edi menambahkan, jika jamaah haji lansia memiliki komorbid, tetap minum obat yang rutin diminum sejak dari Indonesia. Ini untuk membantu agar penyakitnya tidak kambuh saat berada di Makkah.   

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement