Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut tidak mengganggu operasi PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), menurut catatan analis yang bertemu manajemen perusahaan. Hasil pertemuan itu menjadi dasar keyakinan bahwa prospek saham AMRT tetap kuat meski program KDMP menimbulkan perhatian pasar.
Dua analis CLSA, Jennifer Widjaja dan Nicholas Mulyono, mencatat izin pembukaan gerai baru AMRT masih keluar dan sebagian besar aktivitas KDMP tidak bersinggungan langsung dengan produk serta format ritel AMRT.
Menurut laporan pemeriksaan tersebut, komoditas yang dijual KDMP lebih banyak berupa minyak goreng dan beras, bukan SKU utama AMRT. Selain itu, sebagian besar entitas KDMP berwujud sebagai kantor, bukan gerai ritel.
Ihram.co.id — “Dengan begini, AMRT sejatinya tidak terdampak oleh KDMP,”
Penjualan dan Target Harga Saham
CLSA mencatat pertumbuhan penjualan AMRT masih berlangsung, terutama pada kategori makanan beku, perawatan tubuh, popok, makanan ringan, dan minuman. Perseroan juga terus menjalankan program efisiensi operasional.
Salah satu upaya efisiensi adalah peningkatan utilisasi distribution center (DC) yang kini mencapai 70%. Perusahaan juga merampingkan struktur kantor dengan menggabungkan delapan kantor menjadi dua di Jakarta untuk meningkatkan produktivitas.
Berdasarkan penilaian tersebut, CLSA mempertahankan rekomendasi outperform untuk saham AMRT dengan target harga Rp2.200 per saham, yang mencerminkan potensi kenaikan sekitar 59%. Lembaga itu juga mencatat valuasi saham saat ini relatif murah dengan PER 2026 sebesar 15 kali dan rasio ROE sekitar 20%.
Ikuti Ihram.co.id
