Sepakbola

Manchester United Terancam Kehilangan Bruno Fernandes Setelah Piala Dunia 2026

Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, kemungkinan besar akan meninggalkan Old Trafford pada musim panas 2026, menyusul serangkaian ketidakstabilan internal klub dan perombakan strategi di bawah kepemilikan baru. Rekan-rekan setimnya disebut-sebut meyakini bahwa gelandang serang berusia 31 tahun itu telah “cukup” dengan kekacauan yang terjadi dan siap mencari tantangan baru setelah gelaran Piala Dunia 2026.

Keputusan potensial ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk perasaan “dikecewakan” oleh model kepemilikan baru yang dipimpin INEOS, kepergian mantan manajer Ruben Amorim, serta adanya klausul pelepasan senilai £56,6 juta hingga £57 juta yang akan aktif untuk klub-klub di luar Liga Primer Inggris pada musim panas mendatang.

Gejolak Internal dan Perasaan Dikecewakan Jadi Pemicu

Sejak tiba di Manchester United pada Januari 2020 dari Sporting CP dengan nilai sekitar £47 juta, Bruno Fernandes telah menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dan konsisten bagi klub. Ia telah menyumbangkan 103 gol dan 94 assist selama waktunya di Old Trafford, bahkan mempertahankan performa apik dengan 5 gol dan 8 assist di musim ini. Namun, terlepas dari kontribusinya, laporan dari TEAMtalk dan Sportskeeda pada 11 Januari 2026 menyebutkan bahwa rekan-rekan setimnya meyakini Fernandes merasa “cukup” dengan gejolak konstan yang melanda klub.

Situasi ini diperparah dengan kepergian manajer Ruben Amorim, yang sebelumnya dilaporkan berhasil meyakinkan Fernandes untuk bertahan di tengah minat dari klub-klub Arab Saudi. Fernandes sendiri pernah mengungkapkan rasa “sakit” dan “sedih” atas sikap hierarki klub yang sempat mempertimbangkan untuk menjualnya pada musim panas lalu. Ia menyatakan, “Dari sisi klub, rasanya sedikit seperti, ‘jika Anda pergi, itu tidak terlalu buruk bagi kami.’ Itu sedikit menyakitkan saya. Lebih dari menyakitkan, itu membuat saya sedih karena saya adalah pemain yang tidak memiliki apa-apa untuk dikritik. Saya selalu tersedia, saya selalu bermain, baik atau buruk. Saya memberikan segalanya.”

Di bawah kepemilikan minoritas Sir Jim Ratcliffe dan INEOS, Manchester United sedang menjalani transformasi strategis. Klub berencana untuk mengadopsi model transfer yang lebih berbasis data, yang dapat mengurangi pengaruh manajerial dalam keputusan perekrutan pemain. Pergeseran ini, ditambah dengan ketidakpastian manajerial setelah pemecatan Amorim dan pencarian manajer interim (dengan Ole Gunnar Solskjaer sebagai favorit), semakin menambah keraguan Fernandes terhadap proyek jangka panjang klub.

Klausul Pelepasan dan Destinasi Potensial

Kontrak Bruno Fernandes saat ini di Manchester United akan berakhir pada Juni 2027. Namun, mulai musim panas 2026, klausul pelepasan senilai £56,6 juta hingga £57 juta akan berlaku, memungkinkan klub-klub di luar Liga Primer untuk merekrutnya. Hal ini dipandang sebagai salah satu kesempatan terakhir bagi Manchester United untuk mendapatkan kembali investasi mereka dan merestrukturisasi skuad.

Fernandes sendiri telah secara terbuka menyatakan keinginannya untuk mencoba liga lain. Dalam sebuah wawancara dengan Canal11 pada akhir 2025, ia mengungkapkan: “Saya ingin tetap di Manchester United selama saya merasa diinginkan. Saya ingin merasakan liga Spanyol dan berjuang untuk gelar-gelar besar di Italia. Saya memiliki banyak koneksi dengan Italia… putri saya lahir di sana.”

Ia juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke klub lamanya, Sporting CP, dengan mengatakan, “Saya sudah berpikir untuk kembali ke Portugal… pilihan pertama adalah Sporting [Lisbon]. Untuk bahagia, seperti saat di Sporting.”

Meskipun ia menolak tawaran menggiurkan dari Arab Saudi sebelumnya, Fernandes dianggap sebagai “purist sepak bola” dan cenderung mencari tantangan di liga-liga Eropa yang kompetitif. Klub-klub seperti Real Madrid dan Barcelona di Spanyol, serta AC Milan, Inter, Napoli, Juventus, dan AS Roma di Italia, disebut-sebut sebagai destinasi potensial yang sesuai dengan ambisinya untuk meraih gelar. Bayern Munich juga telah dikaitkan dengan minat terhadap kapten Manchester United tersebut.

Pencarian Pengganti dan Dampak pada Tim

Dengan potensi kepergian Fernandes, Manchester United telah dikaitkan dengan beberapa nama untuk menggantikan perannya. Laporan dari Sports Mole pada 10 Januari 2026 menyebutkan bahwa Manchester United sedang mempersiapkan langkah besar untuk mendatangkan penyerang Chelsea, Cole Palmer, sebagai pengganti langsung Fernandes. Transfer ini diperkirakan akan memecahkan rekor klub, dengan Chelsea menginginkan lebih dari £90 juta. Selain itu, nama-nama seperti Carlos Baleba, Elliot Anderson, dan Adam Wharton juga disebut-sebut sebagai target dalam rencana perombakan skuad.

Kepergian Bruno Fernandes tidak diragukan lagi akan meninggalkan kekosongan besar, baik secara profesional maupun mental, di Manchester United. Ia telah menjadi pemimpin dan inspirasi tim di masa-masa krisis, bahkan mengesampingkan ambisi pribadi dan tawaran gaji besar demi loyalitas kepada klub. Keputusan akhir dari gelandang Portugal ini diperkirakan baru akan dibuat setelah ia menyelesaikan tugasnya bersama tim nasional di Piala Dunia 2026. Namun, prospek kepergiannya semakin jelas terlihat.