Sepakbola

Manchester United Tersingkir dari Piala FA, Ally McCoist: Mereka Tak Punya Kepercayaan Diri

Langkah Manchester United di Piala FA harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan setelah menelan kekalahan yang menyakitkan. Tersingkirnya Setan Merah kembali menambah daftar kekecewaan di musim yang penuh inkonsistensi, sekaligus memicu kritik dari berbagai pihak.

Salah satu suara yang paling lantang datang dari mantan striker timnas Skotlandia, Ally McCoist. Ia menilai performa Manchester United mencerminkan masalah mendasar, terutama soal kepercayaan diri para pemain yang terlihat rapuh saat berada di bawah tekanan.

Kekalahan ini semakin memperpanjang tren negatif Setan Merah musim ini. Dua gol kemenangan Brighton masing-masing dicetak oleh Brajan Gruda dan Danny Welbeck. Sementara itu, Manchester United hanya mampu membalas satu gol melalui aksi Benjamin Sesko.

Dominasi Tanpa Hasil di Old Trafford

Secara statistik, Manchester United sebenarnya tampil sangat mendominasi jalannya pertandingan. Mereka mencatatkan penguasaan bola mencapai 60 persen dan melepaskan total 19 tembakan, dengan tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang.

Sebaliknya, Brighton tampil sangat klinis. Tim tamu hanya melepaskan dua tembakan tepat sasaran sepanjang laga, dan keduanya berhasil dikonversi menjadi gol yang membungkam publik tuan rumah.

Statistik PertandinganManchester UnitedBrighton
Penguasaan Bola60%40%
Total Tembakan195
Tembakan Tepat Sasaran72

Krisis Kepercayaan Diri dan Ancaman Nirgelar

Eks penyerang Rangers yang kini menjadi pengamat sepak bola, Ally McCoist, menyoroti rapuhnya mentalitas para pemain Manchester United. Menurutnya, tim ini telah kehilangan kepercayaan diri yang sangat krusial untuk memenangkan pertandingan besar.

“United mencatatkan banyak penguasaan bola, tapi mereka tak memanfaatkannya dengan baik,” ujar McCoist kepada TNT Sport. Ia menambahkan bahwa gol kedua Brighton benar-benar meruntuhkan semangat juang para pemain di lapangan.

Kondisi ini membuat Manchester United terancam mengakhiri musim tanpa gelar. Di kompetisi Liga Inggris, mereka masih tertahan di posisi ketujuh klasemen dengan raihan 32 poin, tertinggal jauh 17 angka dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen.

Keterpurukan ini seolah menjadi kelanjutan dari performa buruk musim lalu, di mana Manchester United hanya mampu finis di peringkat ke-15. McCoist mencatat adanya perubahan atmosfer di Old Trafford yang kini cenderung pasrah dengan keadaan.

“Penonton sempat bersorak untuk gol Sesko, tapi saat peluit panjang berbunyi, suasana menjadi hening. Kini ada semacam penerimaan terhadap posisi United saat ini,” pungkasnya.