Sepakbola

Manchester United Tersingkir dari Piala FA, Harapan Trofi Musim Ini Hampir Dipastikan Sirna

Manchester United harus mengakhiri kiprahnya di Piala FA 2025/2026 lebih awal setelah disingkirkan Brighton & Hove Albion pada babak ketiga. Bermain di Old Trafford, Minggu (11/1/2026) dini hari WIB, Setan Merah tak mampu membendung perlawanan tim tamu dan akhirnya menelan kekalahan yang menyakitkan. Hasil ini kian mempersempit peluang United untuk menutup musim dengan gelar juara.

Darren Fletcher menurunkan komposisi pemain terbaiknya dengan harapan Piala FA bisa menjadi penyelamat musim. Namun, performa Manchester United justru jauh dari kata meyakinkan, dengan permainan yang kurang solid dan gagal menunjukkan dominasi di hadapan pendukung sendiri.

Dominasi Tanpa Hasil di Old Trafford

Tuan rumah sebenarnya tampil dominan dengan penguasaan bola mencapai 60 persen. Manchester United melepaskan 19 percobaan tendangan dengan tujuh di antaranya mengarah tepat ke gawang, namun penyelesaian akhir yang buruk menjadi kendala utama bagi skuad yang kini dipimpin Darren Fletcher.

Brighton justru tampil lebih klinis dengan mencetak dua gol terlebih dahulu melalui aksi Brajan Gruda dan penyerang veteran Danny Welbeck di masing-masing babak. United hanya mampu memberikan gol hiburan lewat sontekan Benjamin Sesko pada menit ke-85 sebelum laga berakhir.

Nasib sial United semakin lengkap setelah pemain muda mereka, Shea Lacey, diganjar kartu merah langsung oleh wasit pada menit ke-90. Kekalahan ini memastikan langkah United terhenti lebih awal di turnamen sepak bola tertua di dunia tersebut, sekaligus menutup pintu jalur juara yang paling realistis.

Musim yang Kelam bagi Setan Merah

Tersingkirnya United dari Piala FA membuat peluang mereka meraih trofi musim ini hampir mustahil. Sebelumnya, klub yang bermarkas di Manchester ini sudah lebih dulu angkat koper dari Carabao Cup setelah dipermalukan tim kasta bawah, Grimsby Town, di babak kedua.

Di kompetisi Liga Inggris, posisi United juga tidak menggembirakan. Saat ini mereka tertahan di peringkat ketujuh klasemen dengan koleksi 32 poin, tertinggal 17 angka dari Arsenal yang kokoh di puncak klasemen dengan selisih gol yang sangat superior.

Situasi internal klub juga sedang bergejolak menyusul pemecatan manajer Ruben Amorim. Fokus manajemen kini terpecah antara mencari manajer baru dan mengejar target realistis finis di posisi empat besar demi mengamankan tiket kompetisi Eropa musim depan.