Juara D’Academy 7 (DA7), Tasya DA7, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah nyata Indosiar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31, stasiun televisi tersebut menerapkan kebijakan unik dengan menolak kiriman karangan bunga konvensional.
Komitmen Go Green di Usia ke-31
Sebagai gantinya, Indosiar mengajak para mitra dan kolega untuk mengirimkan bibit pohon sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan go green.
Tasya menilai terobosan ini sangat relevan dengan kondisi bumi saat ini yang terancam oleh penumpukan limbah plastik dan styrofoam.
“Masha Allah, terharu banget ya karena Indosiar sekarang sudah mendukung go green. Memang harusnya seperti itu karena di zaman sekarang, plastik dan styrofoam harus dikurangi,” ujar Tasya saat ditemui di Studio 6 Emtek City, Jakarta Barat, Sabtu (10/1/2026).
Mengurangi Limbah Industri Hiburan
Gadis asal Garut ini menjelaskan bahwa karangan bunga biasanya menggunakan bahan-bahan yang sulit terurai.
Menurutnya, mengganti bunga dengan bibit pohon adalah pilihan cerdas yang memberikan dampak jangka panjang bagi kelestarian alam.
“Karangan bunga kan terbuat dari styrofoam atau bunga plastik. Jadi menurut Tasya, pilihan Indosiar untuk tidak menerima lagi karangan bunga dan menggantinya dengan pohon itu pilihan yang sangat baik,” tambahnya dengan nada antusias.
Melalui inisiatif ini, Indosiar tidak hanya fokus pada tayangan hiburan berkualitas seperti D’Academy dan siaran olahraga, tetapi juga ingin menjadi pelopor gerakan peduli bumi di industri penyiaran Indonesia.
Tasya berharap langkah berani ini dapat menginspirasi pelaku industri hiburan lainnya untuk mulai beralih ke gaya hidup ramah lingkungan. Ia menutup pernyataannya dengan doa agar Indosiar semakin sukses, jaya, dan terus dicintai oleh masyarakat luas di masa depan.



